Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kapal Milisi Tiongkok Serempet Kapal Filipina

📅 Rabu, 16 Okt 2024, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kapal Milisi Tiongkok Serempet Kapal Filipina Doc: AFP/Ted ALJIBE
Ket. Insiden Maritim l ­Sebuah kapal Tiongkok melakukan manuver berbahaya dekat dengan kapal milik Biro Perikanan Filipina dekat Scarborough Shoal, LTS, pada 16 Februari lalu. Pada Senin (14/10) malam, Biro Perikanan Filipina melaporkan bahwa sebuah kapal milisi maritim Tiongkok telah menyerempet salah satu dari dua kapalnya yang sedang melakukan patroli maritim rutin di sekitar Pulau Thitu pada 11 Oktober lalu.

MANILA - Otoritas Biro Perikanan Filipina pada Senin (14/10) malam mengatakan bahwa sebuah kapal milisi maritim Tiongkok dengan sengaja telah menyerempet salah satu dari dua kapalnya yang sedang melakukan patroli maritim rutin di sekitar Pulau Thitu di Laut Tiongkok Selatan (LTS) pada 11 Oktober lalu.

"Kapal tersebut mengalami penyok di haluan kanannya," kata Biro Perikanan dan Sumber Daya Perairan (BFAR) Filipina dalam sebuah pernyataan.

Tiongkok dan Filipina telah berselisih pendapat mengenai serangkaian konfrontasi di dekat wilayah yang disengketakan di LTS, dengan Manila menuduh Penjaga Pantai Tiongkok melakukan agresi dan Beijing geram atas apa yang disebutnya sebagai provokasi berulang dan serangan teritorial.

Filipina juga menuduh Tiongkok telah melindungi milisi maritim untuk memperkuat kehadirannya di LTS, sedangkan Beijing menegaskan bahwa kapal-kapal itu adalah kapal sipil.

Video yang dibagikan oleh biro tersebut menunjukkan kapal Tiongkok dengan nomor haluan 00108 mendekati kapal BFAR, BRP Datu Cabaylo, yang bermanuver dalam jarak dekat sebelum bertabrakan.

"Meskipun terjadi insiden, kapal BFAR mempertahankan posisinya dan mampu melanjutkan misinya," kata biro perikanan Filipina itu. "Sebelum insiden penyerempetan, kapal Tiongkok juga melakukan manuver berbahaya dan mencoba menghalangi jalan kapal Filipina yang sedang melakukan patroli rutin," imbuh biro tersebut.

Atas terjadinya insiden ini, pihak Kedutaan Besar Tiongkok di Manila belum mengeluarkan komentar apa pun.

Saat ini Tiongkok mengklaim hampir seluruh LTS, termasuk Pulau Thitu yang diduduki Filipina, dan menolak putusan tahun 2016 oleh Pengadilan Tetap Arbitrase di Den Haag, Belanda, yang menyatakan bahwa klaim Beijing yang luas tidak memiliki dasar hukum internasional.

Insiden maritim pekan lalu terjadi setelah pertemuan puncak regional para pemimpin Asia tenggara, di mana Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, menyerukan agar negosiasi mengenai tata etik LTS agar segera dirampungkan.

Latihan Perang

Sementara itu pada Selasa (15/10) dilaporkan bahwa ribuan tentara Amerika Serikat (AS) dan Filipina telah mengikuti latihan militer gabungan di Filipina utara dan barat. Latihan gabungan itu digelar setelah Tiongkok mengadakan latihan besar-besaran di sekitar Taiwan.

Latihan tahunanKamandagatauVenomdifokuskan pada pertahanan pantai utara pulau utama Filipina, Luzon, yang terletak sekitar 800 kilometer dari Taiwan.

Komandan Korps Marinir Filipina, Mayor Jenderal Arturo Rojas, menekankan pada upacara pembukaan latihan militer di Manila bahwaKamandagtelah direncanakan sejak lama dan tidak ada hubungannya dengan apapun yang terjadi di wilayah tersebut.

"Kami tidak berlatih untuk ikut berperang (atas Taiwan)," ucap direktur latihan perang dari Filipina, Brigadir Jenderal Vicente Blanco.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.