Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bekasi Tuan Rumah Lokakarya Asia Soal Limbah

📅 Rabu, 16 Okt 2024, 03:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bekasi Tuan Rumah Lokakarya Asia Soal Limbah Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Penjabat Bupati Bekasi Dedy Supriyadi memberikan sambutan pada kegiatan lokakarya bahaya darurat limbah dan bahan kimia di Cikarang, Senin (14/10).

BEKASI - Lokakarya berbahaya dan darurat bahan kimia akan dilaksanakan di Bekasi. Workshop on Hazardous Wastes and Chemical Emergencies diikuti 18 negara Asia. "Visi dan misi hasil diskusi diharapkan bisa mewujudkan sinkronisasi prosedur perusahaan," kata Direktur Pengelolaan Limbah B3 dan Non-B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Achmad Gunawan Widjaksono, Selasa (15/10).

"Pemerintah daerah diharapkan bisa mengambil langkah kebijakan terkait perusahaan yang berpotensi membuang limbah B3 industri sembarangan," tandasnya.

Dia menambahkan, limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) adalah senyawa kimia yang bisa menimbulkan masalah bagi perusahaan dan pekerja.

Maka, pengelola kawasan harus lebih berhati-hati terkait manajemen darurat. Praktik baik mempertahankan perusahaan serta menyusun kondisi darurat, jika diperlukan.

"Perusahaan yang membuang limbah sembarangan akan mendapatkan sanksi hukum terutama limbah B3 industri yang membahayakan baik untuk perusahaan maupun pekerja," jelasnya.

Diskusi ini diharapkan melahirkan visi misi terbaik bagi pemerintah daerah dalam memberlakukan kebijakan. Penjabat Bupati Bekasi, Dedy Supriyadi, menyatakan penanganan tanggap darurat pengelolaan limbah B3 membutuhkan perhatian serius dari seluruh unsur.

Ini terkait seiring dengan pesatnya perkembangan industri dan teknologi yang berdampak untuk meningkatkan risiko berbahaya jenis limbah tersebut.

"Workshop diselenggarakan sebagai upaya memperkuat kapasitas dalam mencegah dan menanggulangi dampak dari limbah B3 di berbagai perusahaan," tuturnya.

Achmad Gunawan berharap pertemuan tidak hanya meningkatkan sinergi antarunsur dan Negara, melainkan juga memperkuat kapasitas pengelola kawasan industri.

Ini terutama di Kabupaten Bekasi dalam mencegah serta menanggulangi dampak negatif dari kimia berbahaya dan limbah B3.

"Saya berharap dengan pelatihan, simulasi dan diskusi tanggap darurat ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi insiden akibat limbah B3," tambah Achmad.

Apabila terjadi keadaan darurat, dia mampu memberikan respons cepat, tepat dan efektif untuk meminimalkan dampak negatif.

Kegiatan lokakarya terselenggara atas inisiasi "Basel, Rotterdam and Stockholm Secretariat (BRS Secretariat)." Lembaga ini di bawah Unit Gabungan Lingkungan Hidup/Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (OCHA). Ini juga dikenal sebagai Unit Gabungan UNEP/OCHA (JEU). Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.