Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UNHCR Desak Dilonggarkannya Perbatasan

📅 Selasa, 15 Okt 2024, 02:40 WIB | Oleh:
UNHCR Desak Dilonggarkannya Perbatasan Doc: UNHCR/Gordon Welters
Ket. Filippo Grandi

JENEWA - Kepala Badan Pengungsi PBB pada Senin (14/10) memperingatkan bahwa krisis pengungsi di Libanon dan Sudan dapat memburuk, serta mengatakan bahwa tindakan kontrol perbatasan yang lebih ketat tidak bisa menjadi satu-satunya solusi karena tidak efektif dan terkadang melanggar hukum.

Berbicara di hadapan lebih dari 100 diplomat dan menteri di Jenewa, Swiss, pada pertemuan tahunan UNHCR, Filippo Grandi mengatakan bahwa hingga saat ini sebanyak 123 juta orang di seluruh dunia mengungsi akibat konflik, penganiayaan, kemiskinan, dan perubahan iklim.

"Anda mungkin bertanya: apa yang bisa dilakukan? Sebagai permulaan, jangan hanya fokus pada perbatasan," kata dia seraya mendesak para pemimpin untuk melihat alasan orang-orang meninggalkan rumah mereka.

"Kita harus berupaya mengatasi akar penyebab pengungsian, dan berupaya mencari solusi. Saya mohon kepada Anda semua agar kita terus bekerja secara bersama-sama dan dengan kerendahan hati untuk memanfaatkan setiap peluang guna menemukan solusi bagi para pengungsi," imbuh Grandi.

Tanpa menyebut nama negara, Grandi mengatakan inisiatif untuk melakukan alih daya, eksternalisasi atau bahkan penangguhan skema suaka merupakan pelanggaran hukum internasional, dan ia menawarkan bantuan kepada negara-negara dalam menemukan skema suaka yang adil, cepat dan sah.

Pemerintah-pemerintah Barat berada di bawah tekanan domestik yang meningkat untuk bersikap lebih keras terhadap pencari suaka dan Grandi sebelumnya mengkritik rencana pemerintah Inggris sebelumnya untuk memindahkan pencari suaka ke Rwanda.

Peningkatan Konflik

Dalam pidato yang sama Grandi juga memperingatkan bahwa di Libanon, tempat lebih dari satu juta orang telah meninggalkan rumah mereka karena konflik yang meningkat antara Israel dan Hizbullah, situasinya dapat semakin memburuk.

"Tentu saja, jika serangan udara terus berlanjut, akan ada lebih banyak lagi yang mengungsi dan sebagian juga akan memutuskan untuk pindah ke negara lain," kata dia seraya menambahkan bahwa 270.000 orang telah mengungsi ke Suriah.

Kepala UNHCR juga menyerukan peningkatan drastis dalam dukungan bagi para pengungsi dalam perang saudara di Sudan, dengan mengatakan kurangnya sumber daya telah mendorong mereka menyeberangi Laut Mediterania dan bahkan menyeberangi Selat Inggris.

"Dalam persamaan yang mematikan ini, sesuatu harus dilakukan. Jika tidak, tidak seorang pun akan terkejut jika pengungsian terus bertambah, baik dalam jumlah maupun penyebaran geografis," kata dia.

Tanggapan UNHCR terhadap krisis yang bertujuan membantu sebagian dari lebih dari 11 juta orang yang mengungsi di Sudan atau di negara-negara tetangga hanya didanai kurang dari sepertiga, kata Grandi.

Padahal jumlah orang terlantar di seluruh dunia telah meningkat dua kali lipat dalam dekade terakhir. ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.