Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Militer Korea Selatan Siaga Penuh Hadapi Korea Utara

24 Selasa, 15 Okt 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Militer Korea Selatan Siaga Penuh Hadapi Korea Utara Militer Korea Selatan Siaga Penuh Hadapi Korea Utara Doc: AFP/JUNG YEON-JE
Ket. Perbatasan Korea l ­Pengunjung berjalan dekat pagar perbatasan di Taman Perdamaian Imjingak, Paju, yang memisahkan Korsel dengan Korut pada Senin (14/10). Militer Korsel pada Senin menyatakan bahwa mereka dalam keadaan siaga penuh setelah Korut memerintahkan pasukannya di perbatasan untuk bersiap melepaskan tembakan dalam perselisihan mengenai penerbangan drone ke Pyongyang.

SEOUL - Militer Korea Selatan (Korsel) pada Senin (14/10) mengatakan bahwa mereka siaga penuh untuk menanggapi serangan setelah Korea Utara (Korut) memerintahkan pasukan di perbatasan untuk bersiap melepaskan tembakan dalam perselisihan mengenai penerbangan pesawat tak berawak (drone) ke Pyongyang.

Sebelumnya Pyongyang menuduh Seoul menerbangkan drone di atas ibu kotanya untuk menyebarkan selebaran propaganda yang berisi rumor yang menghasut dan pada Minggu (13/10) memperingatkan bahwa mereka akan menganggapnya sebagai deklarasi perang jika drone lain terdeteksi.

Militer Korsel awalnya membantah pihaknya berada di balik penerbangan tersebut, dengan spekulasi lokal berpusat pada kelompok aktivis di Korsel yang telah lama menyebarkan propaganda dan mata uang AS ke utara, biasanya melalui balon.

Namun, Korut bersikeras bahwa Seoul secara resmi harus disalahkan, dengan mengumumkan pada Minggu malam bahwa pihaknya telah memerintahkan delapan brigade artileri yang sudah dalam posisi siaga tempur untuk bersiap sepenuhnya untuk melepaskan tembakan dan juga memperkuat pos pengamatan udara di Pyongyang.

"Militer kami memantau situasi dengan saksama dan siap siaga sepenuhnya," kata Lee Seong-joon, juru bicara Kepala Staf Gabungan (JCS) Korsel dalam sebuah jumpa pers.

Ancaman Korut disampaikan setelah Pyongyang mengklaim drone propaganda telah menyusup ke wilayah udara ibu kota tiga kali dalam beberapa hari terakhir, dan saudara perempuan pemimpin Kim Jong-un yang berkuasa, mengancam akan terjadinya bencana mengerikan kecuali mereka menghentikan provokasi.

Kim Yo-jong mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Senin pagi bahwa penerbangan drone itu merupakan tantangan jahat yang tidak dapat dimaafkan bagi negaranya.

JCS tidak membenarkan atau membantah pada hari Senin bahwa militer Seoul bertanggung jawab atas pengiriman drone melintasi perbatasan, sebaliknya menyebut klaim Korut tidak tahu malu.

"Pihak Korut bahkan tidak dapat memastikan asal drone di langit Pyongyang, tetapi malah menyalahkan pihak Korsel dan tetap bungkam mengenai pengiriman drone ke arah Korsel sebanyak 10 kali," kata juru bicara Lee.

Ledakkan Jalan

Pada saat bersamaan militer Korsel pada Senin mengatakan bahwa Korut tampaknya sedang mempersiapkan diri untuk melakukan ledakan di jalan-jalan lintas perbatasan yang terhubung ke Korsel, beberapa hari setelah Pyongyang mengatakan akan menutup perbatasan.

"Pasukan Korut bekerja di balik kamuflase di jalan-jalan di sisi perbatasannya di dekat pantai barat dan timur dalam apa yang mungkin merupakan persiapan untuk meledakkan jalan-jalan yang mungkin dilaksanakan paling cepat pada tanggal 14 Oktober," kata juru bicara militer Korsel.

Pekan lalu, tentara Korut mengatakan akan memutus total jalur jalan raya dan rel kereta yang terhubung ke Korsel dan membentengi daerah di sisi perbatasannya, lapor kantor berita KCNA. Tentara Korut mengumumkan bahwa tindakan itu akan sepenuhnya memisahkan wilayah Korut dari Korsel.

Kedua Korea secara teknis masih berperang setelah perang tahun 1950 hingga 1953 berakhir dengan gencatan senjata dan bukan perjanjian damai.

Hubungan lintas-perbatasan tersebut merupakan sisa-sisa periode pemulihan hubungan antara kedua negara, termasuk pertemuan puncak tahun 2018 antara para pemimpin ketika mereka menyatakan tidak akan ada lagi perang dan era perdamaian baru telah dibuka.

Korut telah kembali menempatkan senjata berat di zona demiliterisasi dan memulihkan pos penjagaan, setelah kedua pihak menyatakan perjanjian militer tahun 2018 yang bertujuan meredakan ketegangan tidak lagi berlaku.AFP/ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage
Ekonomi
Sebanyak 60 UMKM Ramaikan F...
Nasional
Penyaluran Bantuan Air Bers...
Megapolitan
Lapak Baca Gratis Hadir unt...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.