- Home
-
- Luar Negeri
-
- Penjualan Buku Han Kang, P...
Penjualan Buku Han Kang, Peraih Nobel Sastra, Melonjak Tajam
Senin, 14 Okt 2024, 00:00 WIBSEOUL - Penjualan buku- buku novelis Han Kang melonjak tajam di toko buku daring Korea Selatan setelah ia memenangi hadiah Nobel Sastra, dengan lebih dari 130.000 eksemplar terjual dalam waktu kurang dari sehari di dua platform besar.
Kyobo Book Centre dan Yes24 melaporkan pada Jumat (11/10), bahwa mereka masingmasing telah menjual lebih dari 60.000 dan 70.000 eksemplar karya Han. Saat ini, buku-buku Han sudah habis terjual dan hanya tersedia melalui sistem pemesanan di muka.
Di daftar buku terlaris Kyobo, sembilan dari sepuluh judul teratas adalah karya Han, termasuk The Vegetarian, Human Acts, We Do Not Part, The White Book, dan Greek Lessons. Tujuh buku teratas dijual melalui sistem reservasi karena stok yang habis. Seperti dikutip dari Antara, penjualan di Kyobo meningkat 451 kali lipat sejak pengumuman Nobel. Tren serupa juga terjadi di Yes24, di mana karya Han mendominasi sepuluh besar.
Human Acts, The Vegetarian, dan We Do Not Part menempati tiga posisi teratas, dengan peningkatan penjualan masing-masing 784 kali lipat, 696 kali lipat, dan 3.422 kali lipat. Ketiga judul ini terjual sebanyak 77.000 eksemplar hanya pada Jumat saja. Aladin, toko buku daring lainnya, juga mencatatkan buku-buku Han di delapan posisi teratas pada grafik penjualannya. "Ini pertama kalinya buku-buku Han terjual secepat ini sejak The Vegetarian memenangi Man Booker International Prize," kata Kim.
Popularitas Naik
Hyun-jung, yang telah menangani buku-buku terlaris di Kyobo sejak 2008, mengatakan saat itu popularitasnya naik hanya terbatas pada satu buku, tetapi kini penjualan merambah ke semua karya Han. Han Kang menolak mengadakan konferensi pers untuk merayakan pencapaian itu, mengingat tragedi global yang sedang berlangsung akibat perang Ukraina-Russia dan konflik Israel-Palestina.
Ayah Han, Han Seung-won (85 tahun), yang merupakan seorang novelis terkenal, menyampaikan pesannya selama konferensi pers di Sekolah Sastra Han Seung-won, di Jangheung, Provinsi Jeolla Selatan, pekan lalu. "(Han) mengatakan kepada saya, 'Dengan perang yang semakin intensif dan orang-orang mati setiap hari, bagaimana kita bisa mengadakan perayaan atau konferensi pers?' Dia mengatakan dia tidak akan mengadakan konferensi pers," kata Han Seungwon seperti dikutip Korea Times.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
OJK: Proses Demutualisasi BEI Masih Tunggu Terbitnya Peraturan Pemerintah
-
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru, Dukung Program Pemerintah Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah
-
Target penambahan kapasitas PLTB
-
‘APT’ dan ‘Golden’ Jadi Lagu K-Pop Pertama yang Masuk Nominasi Utama Grammy Awards 2026
-
Netflix Bakal Garap Sekuel Serial Legendaris ‘A Different World’
-
Mendag Pastikan Stok Minyak Goreng Aman, Harga Naik Dipicu Biaya Plastik Kemasan
-
Bupati: 2.200 Pelajar Kepulauan Seribu Dapat Kacamata Gratis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.