Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadiri Forum Maritim, Kemenhub Bahas Tantangan di Sektor Maritim

📅 Minggu, 13 Okt 2024, 17:22 WIB | Oleh:
Hadiri Forum Maritim, Kemenhub Bahas Tantangan di Sektor Maritim Doc: Istimewa.
Ket. Kegiatan Maritime Forum: Opportunities and Challenges of Maritime Industry: Panama and Indonesia, the Way Forward, yang digelar secara hybrid oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Panama City di Jakarta, akhir pekan lalu. 

JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, ikut menghadiri kegiatan Maritime Forum: Opportunities and Challenges of Maritime Industry: Panama and Indonesia, the Way Forward, yang diselenggarakan secara hybrid oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Panama City bekerja sama dengan Universitas Maritim Panama (UMIP).

Pada kesempatan tersebut, Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Hendri Ginting, yang bertindak selaku narasumber pada kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Panama beserta perwakilan dari KBRI Panama, yang telah menyelenggarakan acara yang sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak.

Menurut Hendri, Forum Maritim ini menandai langkah penting dalam memperkuat hubungan maritim antara Indonesia dan Panama. Dengan mengatasi tantangan bersama dan memanfaatkan kekuatan masing-masing, kedua negara dapat menempa jalan menuju kesejahteraan bersama dan pembangunan maritim yang berkelanjutan.

"Maritime Forum ini bukan hanya tentang perdagangan dan pelayaran, tetapi juga tentang pertukaran pengetahuan, inovasi, dan budaya yang memperkuat hubungan kedua negara. Apalagi selama bertahun-tahun, Indonesia dan Panama telah memiliki Memorandum of Understanding (MoU) sesuai dengan STCW regulasi I/10, di mana adanya saling pengakuan atas pendidikan dan keterampilan pelaut," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, akhir pekan lalu.

Karenanya, Hendri menambahkan, forum ini hendaknya dapat mendorong pemahaman, kolaborasi, dan sinergi yang lebih mendalam antara Panama dan Indonesia di bidang maritim. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi platform bagi para ahli untuk berbagi wawasan, membahas tantangan, dan mengeksplorasi solusi yang akan berkontribusi pada kemakmuran kedua negara.

Hendri juga menginformasikan, saat ini terdapat 1.352 pelaut Indonesia yang bekerja di atas kapal Panama. Sedangkan dari 325 orang pelaut asing yang bekerja di kapal berbendera Indonesia, yang terbanyak berasal dari Panama.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua mitra dan pihak yang telah berkontribusi dalam kerja sama ini. Semangat kolaborasi yang kita bangun telah membuka banyak peluang, bukan hanya untuk pelaut kita, tetapi juga untuk masyarakat di kedua negara. Oleh karenanya, mari kita terus bekerja bersama, mengeksplorasi peluang baru, dan menjadikan kerja sama ini sebagai model untuk kolaborasi internasional di bidang maritim. Saya percaya, bersama-sama, kita dapat mencapai hal yang lebih baik," tukas Hendri.

Menurutnya, ada banyak peluang kerja sama antara Indonesia dan Panama. Kedua negara dapat berbagi pengetahuan dan praktik terbaik, menjajaki usaha patungan dalam pengembangan pelabuhan, bekerja sama dalam pendidikan maritim, dan melakukan penelitian kolaboratif dalam teknologi dan konservasi kelautan.

"Ke depannya, kami mengusulkan penetapan tujuan bersama untuk kerja sama maritim, memprioritaskan inisiatif untuk tindakan kolaboratif, menetapkan jadwal yang jelas untuk implementasi, dan terus menjajaki kemungkinan kerja sama di masa mendatang di sektor maritim. Bersama-sama, Indonesia dan Panama dapat memimpin dalam inovasi dan kerja sama maritim," tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.