Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Jawab Pernyataan Menlu AS Antony Blinken soal Laut Tiongkok Selatan

📅 Sabtu, 12 Okt 2024, 00:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Jawab Pernyataan Menlu AS Antony Blinken soal Laut Tiongkok Selatan Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Ket. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Tiongkok pada Jumat (11/10/204).

Beijing - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning menegaskan bahwa negaranya punya kedaulatan atas Laut Tiongkok Selatan berdasarkan sejarah dan hukum.

"Kedaulatan teritorial Tiongkok serta hak dan kepentingan maritim di Laut Tiongkok Selatan ditetapkan dalam perjalanan panjang sejarah, dan didasarkan pada sejarah dan hukum," kata Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Tiongkok pada Jumat.

Hal tersebut menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken dalam KTT Asean-AS di Vientiane, Laos yang mengatakan bahwa AS prihatin dengan tindakan Tiongkok yang semakin berbahaya dan melanggar hukum di Laut Tiongkok Selatan dan Laut Tiongkok Timur.

Tindakan Tiongkok itu, menurut Blinken, telah melukai orang dan kapal-kapal dari negara-negara Asean dan bertentangan dengan komitmen untuk penyelesaian sengketa secara damai.

Blinken pun mengatakan AS akan terus mendukung kebebasan navigasi laut dan perlintasan udara di Indo-Pasifik.

Blinken juga mengungkapkan bahwa penting untuk mempertahankan komitmen bersama untuk melindungi stabilitas di Selat Taiwan.

"Tiongkok dan pihak-pihak di Laut Tiongkok Selatan memiliki kemampuan dan pemahaman untuk mengatasi perselisihan dengan benar melalui dialog dan konsultasi, dan bersama-sama mengendalikan situasi di laut. AS dan negara-negara di luar kawasan malah meningkatkan penyebaran senjata dan kegiatan militer di Laut Tiongkok Selatan untuk memicu konfrontasi dan menciptakan ketegangan," ungkap Mao Ning.

Mao Ning pun mengungkapkan bahwa AS dan negara-negara lainlah yang menjadi sumber ketidakstabilan terbesar di Laut Tiongkok Selatan.

"Sedangkan masalah Taiwan adalah urusan internal Tiongkok yang tidak mengizinkan campur tangan eksternal. Kunci untuk menjaga Selat Taiwan tetap damai dan stabil terletak pada penolakan 'kemerdekaan Taiwan' AS perlu mematuhi prinsip 'Satu Tiongkok' dan tiga komunike bersama Tiongkok-AS," tambah Mao Ning.

Tiongkok, kata Mao Ning, baru saja menjatuhkan sanksi kepada tiga perusahaan dan 10 individu yang terkait dengan penjualan senjata ke Taiwan.

"Tiongkok dengan tegas menentang penjualan senjata AS ke wilayah Taiwan. AS, sekali lagi, telah memberikan bantuan militer besar kepada wilayah Taiwan baru-baru ini. Penjualan semacam itu secara serius mengganggu urusan dalam negeri Tiongkok, dan secara serius merusak kedaulatan dan integritas teritorial Tiongkok," ungkap Mao Ning.

Mao Ning juga menyebut pernyataan pemimpin Taiwan Lai Ching-te yang mengatakan akan melawan "aneksasi atau pemangkasan terhadap kedaulatan" hanya akan memicu ketegangan di Selat Taiwan.

"Upaya otoritas Lai Ching-te untuk menolak reunifikasi melalui penggunaan kekuatan hanya menunjukkan tidak peduli berapa banyak senjata yang mereka beli, mereka tidak dapat menghentikan tren historis menuju reunifikasi Tiongkok," tambah Mao Ning.

Keputusan AS untuk membantu agenda kemerdekaan dengan mempersenjatai Taiwan hanya akan mendorong Taiwan menuju bahaya konflik militer.

"Tidak peduli berapa banyak senjata yang dijualnya, itu tidak akan menggoyahkan tekad untuk menentang 'kemerdekaan Taiwan' dan membela kedaulatan dan integritas teritorial," kata Mao Ning.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

51 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.