BMKG: Suhu Panas hingga 37 Derajat Celsius Melanda NTB
Sabtu, 12 Okt 2024, 10:57 WIBMATARAM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan suhu udara di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berada pada 23 derajat hingga 37 derajat celsius yang terjadi pada malam hingga siang hari.
"Suhu di wilayah NTB pada peralihan musim 2024 ini mencapai 37 derajat," kata Prakirawan BMKG Nusa Tenggara Barat Juliani Intan Sari di Mataram, Sabtu (12/10).
Ia mengatakan selain dampak musim kemarau, penyebab dari suhu panas ini adalah karena pemanasan tinggi yang mendukung penguapan yang tinggi juga hingga banyak membentuk awan.
"Selanjutnya, tutupan awan yang banyak ini menahan suhu udara yang hangat tadi di sekitar permukaan," katanya.
Karenanya, suhunya terasa lebih hangat dan bertahan dalam waktu yang lama. Hal sebaliknya terjadi saat udara terasa dingin beberapa waktu lalu, dimana tutupan awan nya sedikit, sehingga tidak ada yang menahan suhu hangat di sekitar permukaan.
"Suhu udara di NTB pada umumnya itu mulai 22 derajat hingga 33 derajat," katanya.
Sebelum Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi fenomena badai kuat Matahari melanda wilayah Indonesia selama tiga hari ke depan sehingga semua pihak diminta mewaspadai dampak yang menyertainya.
Ketua Tim Bidang Geofisika Potensial BMKG Syrojudin di Jakarta mengatakan bahwa badai kuat Matahari tersebut berada pada indeks ekstrem (G4) yang akan berlangsung pada 11-13 Oktober 2024.
"Puncak badai mulai terjadi pada hari ini Jumat, 11 Oktober 2024," kata dia.
Sebagaimana diumumkan oleh lembaga oseanik dam atmosfer NOAA bahwa ledakan Matahari pada Senin (7/10) lalu mengakibatkan badai magnet berat skala G4 di Bumi. Ledakan tersebut adalah letusan besar radiasi elektromagnetik dari matahari yang berlangsung selama beberapa menit - jam.
Hasil analisis tim geofisika BMKG menunjukkan selama tiga hari ke depan Indonesia akan merasakan dampak dari badai matahari seperti gangguan yang cukup signifikan pada jaringan internet, termasuk yang menggunakan sistem satelit seperti Starlink.
Syrojudin mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam berkegiatan atau transaksi menggunakan jaringan internet, komunikasi berbasis radio selama periode badai matahari tersebut.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Como vs RB Leipzig: Tim Debutan Liga Champions Tantang Semifinalis 2020
-
Imbas Abu Vulkanik, Dua Penerbangan Garuda dari Arab Saudi Dialihkan ke Kertajati
-
Polresta Sidoarjo Raih Penghargaan Pemkab atas Layanan Terpadu Perempuan dan Anak
-
170 Pendaki Semeru Berhasil Dievakuasi dari Ranu Kumbolo Akibat Kebakaran
-
Jalur Pendakian Gunung Kerinci Ditutup demi Antisipasi Karhutla
-
Marinir TNI AL Tampilkan Peluncur Roket MLRS Vampire pada ajang SGS
-
Kapolresta Karawang: Kesadaran Tertib Lalu Lintas Harus Ditanamkan Sejak Dini.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.