Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Draf Asean: Upaya Perdamaian Amat Tak Memadai

📅 Jumat, 11 Okt 2024, 02:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Draf Asean: Upaya Perdamaian Amat Tak Memadai Doc: AFP/NHAC NGUYEN
Ket. Isu Myanmar l Sekretaris Tetap Kementerian Luar Negeri Myanmar, Aung Kyaw Moe, saat menghadiri KTT Asean di Vientiane, Laos, pada Kamis (10/10). Menurut draf pertemuan puncak Asean disebutkan bahwa upaya Myanmar untuk melaksanakan rencana guna mengakhiri perang saudara sebagai sangat tidak memadai.

VIENTIANE - Para pemimpin Asia tenggara pada Kamis (10/10) mengecam upaya Myanmar untuk melaksanakan rencana guna mengakhiri perang saudara di negara tersebut sebagai sangat tidak memadai, menurut rancangan komunike pertemuan puncak yang dilihat oleh AFP.

Junta Myanmar sebelumnya telah menyetujui rencana lima poin dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) beberapa pekan setelah merebut kekuasaan pada Februari 2021, tetapi masih terus melakukan tindakan keras berdarah terhadap perbedaan pendapat.

Asean sejauh ini telah melakukan upaya diplomatik yang sia-sia untuk mengakhiri konflik yang telah menewaskan ribuan orang, memaksa jutaan orang meninggalkan rumah mereka dan mendorong banyak anak muda mencari masa depan yang lebih baik di luar negeri.

Setelah membahas konflik tersebut pada pertemuan puncak tahunan mereka, yang diadakan tahun ini di Vientiane, para pemimpin blok beranggotakan 10 orang tersebut menuntut junta mengambil langkah-langkah untuk melaksanakan konsensus lima poin, dengan mengatakan bahwa kemajuan sejauh ini sangat tidak memadai.

"Para pemimpin Asean mendesak semua pemangku kepentingan dan pihak di Myanmar, khususnya angkatan bersenjata dan pasukan keamanan terkait, untuk meredakan kekerasan dan menghentikan serangan yang ditujukan terhadap warga sipil dan fasilitas umum," demikian bunyi draf pernyataan Asean tentang krisis Myanmar.

Sebelumnya pada pertemuan puncak tahun 2022 dan 2023, Asean telah mengajukan seruan serupa, tetapi tidak banyak pengaruhnya. Menurut pelapor khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di Myanmar, Tom Andrews, tanggapan internasional terhadap perang tersebut amat jelas tidak berhasil.

Upaya Terkoordinasi

Andrews, saat berkunjung ke Australia, menyerukan upaya terkoordinasi untuk membuat junta militer kekurangan uang, senjata, dan legitimasi, dan saat ini junta telah menderita serangkaian kekalahan di medan perang dalam beberapa bulan terakhir terhadap kelompok bersenjata etnis minoritas dan Pasukan Pertahanan Rakyat prodemokrasi yang bangkit untuk menentang kudeta.

Pemerintah militer juga telah mengeluarkan undangan yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada musuh-musuhnya akhir bulan lalu untuk menghentikan pertempuran dan bergabung dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang.

Namun, beberapa kelompok bersenjata terkemuka menampik seruan tersebut, yang oleh para analis dianggap sebagai upaya untuk menenangkan sekutu utama junta, Tiongkok, yang ingin menghentikan kekacauan di wilayahnya. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Capaian realisasi investasi nasional

25 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

25 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.