Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

157 Infrastruktur Transportasi Darat Dibangun

📅 Jumat, 11 Okt 2024, 06:50 WIB | Oleh:
157 Infrastruktur Transportasi Darat Dibangun Doc: istimewa

JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membangun 157 infrastruktur transportasi darat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke selama 10 tahun terakhir.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Irjen Pol Risyapudin Nursin mengungkapkan mulai 2015 hingga 2024, sebanyak 6 Terminal Tipe A dan 44 pelabuhan penyeberangan telah dibangun. Sementara untuk yang telah direvitalisasi/ direhabilitasi sebanyak 53 Terminal Tipe A dan 54 pelabuhan penyeberangan.

Risyapudin mencontohkan seperti Pelabuhan Ajibata yang berada di Kabupaten Toba Sumatera Utara. Pembangunan ini dilakukan sejak 2017 hingga 2020 selanjutnya pada 2021 dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. "Saat ini layanan angkutan penyeberangan dilayani oleh 2 kapal yaitu KMP Ihan Batak (546 GT) dengan kapasitas 32 unit kendaraan R4 campuran dan 280 penumpang dan KMP Pora Pora (462 GT) dengan kapasitas 21 unit kendaraan R4 campuran dan 180 penumpang," ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Kamis (10/10).

Untuk mendukung sektor pariwisata, lanjutnya, Ditjen Hubdat juga membangun Pelabuhan Sampalan di Pulau Nusa Penida, Bali. Pelabuhan yang memiliki dua unit dermaga apung ini melayani tiga lintasan yaitu Sampalan - Kusamba (13 Kapal), Sampalan - Sanur (4 Kapal) dan Sampalan - Gili Trawangan (1 Kapal) dengan total kapal sebanyak 18 Unit.

"Tidak hanya di Wilayah Barat dan Tengah Indonesia, kami juga membangun Pelabuhan Penyeberangan Klademak yang berada di Sorong. Pelabuhan Penyeberangan Klademak saat ini melayani angkutan penyeberangan perintis antar kab/kota dalam Provinsi sebanyak 11 Lintas dengan lima Kapal Penyeberangan yang beroperasi yaitu KMP. Tatihu, KMP. Terubuk I, KMP. Lema, KMP. Kurisi dan KMP. Arar," katanya.

Dijelaskan Risyapudin, pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Klademak ini dinilai sangat penting mengingat kondisi prasarana penyeberangan yang ada sebelumnya tak menunjang aspek keselamatan bagi pemakai jasa angkutan penyeberangan di sekitar provinsi Papua Barat dan Papua Barat.

Lalu terkait terminal, Risyapudin juga mengatakan pihaknya telah membangunan dan merevitalisasi terminal Terminal Tipe A Paya Ilang yang selesai pada akhir 2021, menjadikannya fasilitas modern dengan dua lantai.

"Kami juga merevitasisasi sejumlah terminal, seperti Terminal Leuwipanjang di Bandung, Terminal Guntur Melati di Garut, Terminal Tingkir di Salatiga, Terminal Tidar di Magelang dan Terminal Patria di Blitar," katanya.

Langkah Tepat

Pada kesempatan terpisah, Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno mengatakan langkah pemerintah untuk membuat terminal menjadi pusat aktivitas sosial merupakan langkah tepat. Pembenahan terminal ini diharapkan bisa mendorong masyarakat beralih ke angkutan umum. n mza/E-10

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.