Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

“Business Matching' Menjadi Peluang untuk Membangun Kemitraan Pengusaha Indonesia dan Tiongkok

📅 Rabu, 09 Okt 2024, 19:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
“Business Matching' Menjadi Peluang untuk Membangun Kemitraan Pengusaha Indonesia dan Tiongkok Doc: ANTARA/Aji Cakti
Ket. Ketua Umum Lembaga Kerjasama Ekonomi Sosial Budaya Indonesia-Tiongkok, Sudrajat dalam konferensi pers Business Matching “Chinese Enterprises Go-oversea-In-dept Tour into Indonesia” di Jakarta, Selasa (8/10).

JAKARTA - Lembaga Kerjasama Ekonomi Sosial Budaya Indonesia-Tiongkok (LIT) mengatakan Business Matching "Chinese Enterprises Go-oversea-In-dept Tour into Indonesia yang akan digelar pada 11-15 November 2024 dapat menjadi peluang untuk saling membangun kemitraan antara pengusaha Indonesia dan Tiongkok khususnya di bidang produk pangan dan ingredient pangan.

"Kita kedatangan lebih dari seratus perusahaan dagang dan industri dari Tiongkok yang nanti kita pertemukan dengan para pengusaha-pengusaha dagang makanan dan bumbu-bumbu di Indonesia. Sehingga ada pertemuan bisnis di antara kedua pengusaha dan bisnis bidang makanan dan bumbu-bumbu baik dari Tiongkok maupun juga dari Indonesia," ujar Ketua Umum Lembaga Kerjasama Ekonomi Sosial Budaya Indonesia-Tiongkok, Sudrajat dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Anggota Kamar Dagang China yakni Chamber of Commerce of I/E Foodstuffs, Native product and Animal by-products (CFNA) dan PT. China Indonesia Food Ingredient Industry Communication Service Center (PT CISC) bersama Lembaga Kerjasama Ekonomi Sosial Budaya Indonesia-Tiongkok (LIT) akan menyelenggarakan Business Matching "Chinese Enterprises Go-oversea- In-dept Tour into Indonesia" yang dijadwalkan pada 11-15 November 2024 di Jakarta.

Pergelaran selama lima hari yang akan melibatkan lebih dari 100 perusahaan dagang dan industri dari Tiongkok dan sekitar 150 perusahaan lokal Indonesia itu diharapkan membuka peluang untuk saling membangun kemitraan antara pengusaha Tiongkok khususnya di bidang produk pangan daningredient pangan. Beragam interaksi menarik antar-pelaku usaha diharapkan akan terjadi di tengah berlangsungnya pameran yang digelar oleh ratusan pelaku usaha Tiongkok dan Indonesia di situ.

Bagi pelaku usaha dari Tiongkok Go-oversea- In-dept Tour into Indonesia ini bisa menjadi platform untuk berkolaborasi menggali potensi lokal Indonesia. Di Indonesia sendiri pertumbuhan PDB industri makanan dan minuman sebesar 5,53 persen pada triwulan II tahun 2024, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan PDB nasional sebesar 5,05 persen dan industri non-migas sebesar 4,63 persen. Pada periode yang sama, industri makanan dan minuman berkontribusi sebesar 40,33 persen terhadap PDB industri pengolahan non-migas, sehingga menjadikannya sebagai subsektor dengan kontribusi PDB terbesar.

"Kita mengharapkan juga produk-produk makanan Indonesia juga bisa kita ekspor ke Tiongkok. Jadi saling memberikan keuntungan kepada kedua belah pihak," kata Sudrajat.

Business matching ini menjadi gelaran penting yang dapat menghubungkan industri pangan dengan industri bahan baku yang memproduksi berbagai macam ingredient sehingga dapat mendorong inovasi dan ide baru, pemasok bahan baku potensial baru, dan solusi baru pengembangan dan peningkatan industri pangan ke depannya.

Sementara itu, Chairman from China Chamber of Commerce of I/E Foodstuffs, Native produce and Animal by-products Cao Derong menyampaikan bahwa Business Matching "Chinese Enterprises Go-oversea-In-dept Tour into Indonesia" selain menjadi ajang untuk memperluas jaringan bagi perusahaan-perusahaan Tiongkok dan Indonesia, juga meningkatkan kerja sama dan pertukaran antara kedua belah pihak.

"China Chamber of Commerce for Foodstuffs and Native Produce akan mempromosikan secara aktif hubungan yang lebih dekat antara pengusaha Tiongkok dan pengusaha Indonesia," ujar Cao Derong.

Business matching ini juga diharapkan menjadi ajang untuk lebih memperluas jaringan bagi pihak pengusaha Tiongkok maupun pengusaha Indonesia. Dan menjadikannya platform untuk membantu baik pengusaha Tiongkok mau pun pengusaha Indonesia mengembangkan proyek atau meningkatkan peluang bisnis mereka ke tingkat berikutnya di masing-masing negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

35 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

48 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.