Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Mataram Distribusi Bantuan Bibit Ikan Nila

📅 Selasa, 08 Okt 2024, 16:46 WIB | Oleh:
Pemkot Mataram Distribusi Bantuan Bibit Ikan Nila Doc: ANTARA/HO-Dokumen Pribadi
Ket. Arsip: kelompok budidaya ikan air tawar dalam keramba di Sungai Jangkuk, Kelurahan Pejeruk Ampenan, sedang melepas bibit bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

MATARAM - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), telah mendistribusikan ratusan ribu bibit ikan air tawar jenis nila dan lele kepada kelompok budi daya ikan di 50 kelurahan se-Kota Mataram.

"Bantuan bibit ikan air tawar itu kami bagikan ke kelompok budi daya ikan melalui program pemanfaatan pekarangan," kata Kepala DKPKota Mataram Irwan Harimansyah di Mataram, Rabu.

Dikatakan, di setiap kelurahan bantuan bibit ikan air tawar yang diberikan sesuai dengan kapasitas kolam yang dimiliki dengan kisaran 5.000-10.000 ekor per kelurahan. Sementara untuk pendistribusian ke kelompok, diserahkan kepada pihak kelurahan agar bisa merata dan disesuaikan dengan kondisi kolam budi daya milik warga.

"Ada kelompok yang budi daya menggunakan kolam terpal, ada juga yang menggunakan keramba dengan memanfaatkan air sungai," katanya.

Menurutnya, pendistribusian bibit ikan air tawar tersebut dimaksudkan sebagai salah satu upaya meningkatkan konsumsi ikan di tengah masyarakat, sekaligus upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Produksi ikan dari kelompok sebagian ada yang dikonsumsi dan ada juga yang dijual. Hasil penjualan kemudian dimanfaatkan lagi sebagai modal awal lagi untuk budi daya dan keuntungan menjadi tabungan bersama.

Dalam pelaksanaan program itu, diakuinya ada kelompok yang berhasil dan ada juga yang gagal.

"Berhasil tetap kami dukung. Sedangkan yang gagal jadi bahan evaluasi kami untuk mencari solusi. Mungkin karena faktor air, pakan, atau lainnya," katanya.

Kelurahan Pejeruk Ampenan menjadi salah satu kelompok budi daya yang dinilai berhasil melaksanakan program bud idaya ikan air tawar melalui pemanfaatan pekarangan dan keramba.

Menurut Lurah Pejeruk Mataram Lalu Bagus Afriady, pemberian bibit ikan nila itu sebagai bentuk pembinaan dan motivasi DKP kepada kelompok yang melaksanakan program budi daya dengan memanfaatkan pekarangan yakni sekitar 5-6 warga.

"Selama ini DKP aktif memberikan pendampingan, pembinaan bagaimana melakukan pembibitan, perawatan hingga panen," katanya.

Menurutnya, program pemanfaatan pekarangan dengan budi daya ikan air tawar jenis nila yang mulai dikembangkan tahun 2023 dimaksudkan untuk meningkatkan konsumsi ikan sekaligus peningkatan pendapatan keluarga.

Manfaat dari program itu kini sudah mulai dirasakan para anggota kelompok, karena dalam sekali panen dalam waktu 3-4 bulan mereka bisa menghasilkan 40 kilogram.

Untuk budi daya dengan skala pemanfaatan pekarangan, kata dia, produksi ikan yang dihasilkan warga itu termasuk banyak, begitu juga untuk budi daya di keramba.

Ketika panen, lanjut Bagus, hasilnya rata-rata dijual dengan harga Rp30.000-Rp33.000 per kilogram.

"Uang hasil penjualan, diputar kembali untuk membeli bibit dan pakan, sehingga warga punya dana kelompok yang digunakan untuk berbagai kebutuhan," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.