Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemiskinan, Pengangguran, dan Ketidaksetaraan Batasi Akses terhadap Makanan Sehat

📅 Senin, 07 Okt 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kemiskinan, Pengangguran, dan Ketidaksetaraan Batasi Akses terhadap Makanan Sehat Doc: ANTARA/ARIF FIRMANSYAH
Ket. Nengah Muliarta Dosen Program Studi Agroteknologi Universitas Warmadewa Denpasar - Keamanan pangan terwujud bila jumlah pangan yang tersedia mencukupi, distribusinya merata atau dapat diakses oleh semua masyarakat.

» Sistem pangan harus berkelanjutan, menjaga lingkungan, dan tidak merusak sumber daya alam.

» TNI juga dapat berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur pertanian, seperti irigasi dan jalan akses menuju lahan pertanian

JAKARTA - Ketahanan pangan harus dipahami secara lebih komprehensif. Semua orang, setiap saat harus memiliki akses fisik dan ekonomi terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi guna memenuhi kebutuhan mereka akan makanan yang sehat. Dosen Program Studi Agroteknologi Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar, Bali, I Nengah Muliarta, yang diminta pendapatnya dari Jakarta, Minggu (6/10), mengatakan ketahanan pangan tidak boleh dilihat secara sempit yakni peningkatan jumlah produksi pangan untuk memenuhi kebutuhan.

"Keamanan pangan terwujud bila jumlah pangan yang tersedia mencukupi, distribusinya merata atau dapat diakses oleh semua masyarakat, kemudian pangan yang tersedia bergizi dan aman dikonsumsi, serta ketersediaan pangan berkelanjutan," tegasnya.

Ketahanan pangan, jelas Muliarta, tidak akan terwujud jika masyarakat mengalami kesulitan dalam mengakses pangan yang tersedia. Bahkan, jika ada banyak makanan sekalipun, tetapi tidak terdistribusi secara merata atau infrastruktur transportasi buruk, maka banyak orang tidak bisa mengaksesnya. "Produksi pangan yang melimpah tidak menjamin semua orang mampu membelinya. Kemiskinan, pengangguran, dan ketidaksetaraan pendapatan dapat membatasi akses terhadap makanan sehat," katanya.

Produksi pangan, jelasnya, sering kali dipengaruhi oleh faktor-faktor, seperti cuaca ekstrem, hama, dan penyakit tanaman. Fluktuasi produksi itu dapat menyebabkan kelangkaan pangan dan kenaikan harga. Peristiwa seperti perang, konflik, dan bencana alam dapat mengganggu produksi dan distribusi pangan, menyebabkan krisis pangan. Di sisi lain, ketahanan pangan akan tercapai bila pangan yang tersedia memiliki kandungan gizi yang baik.

Pangan yang diproduksi harus memenuhi kebutuhatn nutrisi masyarakat. Bukan sekadar banyak makanan, tetapi tidak bergizi. Pangan harus aman dikonsumsi dan bebas dari kontaminan berbahaya. "Sistem pangan harus berkelanjutan, menjaga lingkungan, dan tidak merusak sumber daya alam. Sistem pangan harus adil dan inklusif, memberikan kesempatan bagi semua pihak untuk terlibat dalam produksi dan distribusi pangan," ungkap Muliarta.

Peran TNI

Sebab itu, TNI yang baru saja merayakan hari jadinya yang ke-79 pun memiliki andil dalam mendukung ketahanan pangan di Indonesia. Mereka dapat berperan sebagai penyuluh pertanian di daerah perdesaan. Melalui program-program penyuluhan, TNI dapat memberikan pendidikan kepada petani tentang teknik bertani yang efektif, penggunaan pupuk yang tepat, dan cara mengatasi hama. "Dengan meningkatkan pengetahuan petani, hasil pertanian dapat meningkat, sehingga mendukung ketahanan pangan," katanya.

TNI, dengan keahlian dalam pengelolaan dan pengawasan, dapat membantu dalam pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Mereka bisa terlibat dalam program reboisasi dan pelestarian lahan pertanian untuk mencegah kerusakan lingkungan yang dapat mengganggu produksi pangan. TNI juga dapat berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur pertanian, seperti irigasi dan jalan akses menuju lahan pertanian. Infrastruktur yang baik akan mempermudah distribusi hasil pertanian dan meningkatkan akses petani terhadap pasar.

"Dalam situasi darurat, seperti bencana alam atau krisis pangan, TNI memiliki kapasitas untuk melakukan mobilisasi cepat. Mereka dapat mendistribusikan bantuan pangan, memberikan perlindungan kepada masyarakat, dan memastikan bahwa kebutuhan dasar warga terpenuhi," paparnya. Pengamat pertanian dari UPN Veteran Jawa Timur, Surabaya, Zainal Abidin, mengatakan sumber daya yang dimiliki oleh TNI memang sangat potensial untuk membantu petani meningkatkan produksi pangan nasional.

"Kehadiran prajurit yang menjangkau seluruh daerah bahkan yang sangat terpencil, seperti dearah perbatasan atau desa-desa yang yang sulit dijangkau merupakan modal tersendiri yang jika dioptimalkan dapat digunakan untuk membantu peningkatan produksi pangan," kata Zainal. Sumber daya manusia (SDM) TNI dapat membantu memperluas program pompanisasi yang saat ini sudah berjalan. Hal itu tentu akan sangat berguna untuk pengairan lahan petani yang jauh dari sungai atau waduk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.