Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kolaborasi LPS dan CARE Bantu Percepatan Penurunan Stunting di Pengalengan, Bandung

📅 Jumat, 04 Okt 2024, 23:58 WIB | Oleh:
Kolaborasi LPS dan CARE Bantu Percepatan Penurunan Stunting di Pengalengan, Bandung Doc: Istimewa
Ket. Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) memberikan bantuan secara simbolis kepada warga penerima bantuan pada peluncuran program percepatan penurunan stunting di kantor Kepala Desa Marga Mukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Jumat (4/10).

JAKARTA- Penanganan stunting atau gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak di Indonesia harus dilakukan secara berkelanjutan dan komprehensif. Hal itu penting agar keluarga yang anaknya berpotensi stunting benar-benar keluar dari masalah tersebut ketika program intervensi seperti pemberian asupan gizi berakhir.

Demikian dikemukakan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa dalam sambutannya pada peluncuran program percepatan penurunan stunting di kantor Kepala Desa Marga Mukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Jumat (4/10).

Inisiasi yang menjadi bagian bantuan sosial LPS Peduli Bakti Bagi Negeri itu diharapkan menjangkau anak dengan kondisi stunting, underweight dan wasting serta ibu hamil dengan Kondisi Energi Kronis (KEK), anemia dan ibu menyusui yang menjadi partisipan program di tiga desa, yakni Desa Banjarsari, Desa Sukamanah dan Desa Marga Mukti.

LPS bekerja sama dengan Yayasan CARE Indonesia memberikan bantuan guna meningkatkan kesehatan dan taraf hidup masyarakat di Kecamatam Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat

"Penanganan stunting tidak bisa hanya berhenti pada pemberian asupan makanan bergizi, tetapi perlu juga merancang program untuk peningkatan pendapatan masyarakat khususnya keluarga yang anaknya berpotensi stunting," kata Purbaya.

Selain program untuk meningkatkan pendapatan keluarga stunting, juga perlu membuat bantuan program pendidikan kepada anak penderita stunting. "Jadi keluarga selain harus diupayakan agar pendapatannya bisa meningkat, juga bisa diintervensi melalui bantuan pendidikan, sehingga meringankan beban mereka dan pendapatannya bisa digunakan untuk perbaikan gizi keluarga," kata Purbaya.

Menurut Purbaya, bentuk dukungan LPS dalam program tersebut berlangsung sekitar lima bulan lebih dengan rangkaian kegiatan baik melalui pemberian beragam pelatihan kepada kader Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan.

Kemudian, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 182 anak dengan kategori stunting, wasting, dan underweight, dan 58 ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK) yang tersebar di Desa Banjarsari, Desa Margamukti, dan Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

LPS juga memberikan dukungan peralatan kesehatan kepada Posyandu dan menyediakan kebun gizi per kelompok untuk masyarakat Pangalengan.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Bandung, Ruli Hadiana mengatakan, penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Bandung memerlukan dukungan serta partisipasi dari seluruh pihak.

"Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik inisiatif dan kolaborasi untuk penurunan stunting. Kami yakin akan dapat mencapai target penurunan prevalensi stunting untuk Kabupaten Bandung tahun 2024 menjadi 17 persen dari sebelumnya sekitar 21 persen," kata Ruli.

CEO CARE Indonesia, Abdul Wahib Situmorang mengatakan percepatan penurunan stunting di Kecamatan Pangalengan dilakukan dengan pendekatan holistik melalui intervensi spesifik dan sensitif.

Intervensi spesifik untuk meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu dan anak akan dilakukan melalui pendampingan pengembangan kebun gizi dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan yang akan dikelola oleh 12 kelompok Dapur Sehat dengan 72 personil kader yang berkoordinasi dengan Puskesmas, perangkat desa dan perwakilan masyarakat desa.

Jurang Ketimpangan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.