Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korsel Catat Pinjaman Kartu Kredit Capai Rekor Tertinggi

📅 Senin, 30 Sep 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Korsel Catat Pinjaman Kartu Kredit Capai Rekor Tertinggi Doc: afp/JUNG YEON
Ket. Seorang nasabah Korea Selatan mengisi formulir aplikasi pembatalan kartu kreditnya di cabang Lotte Card di Seoul, baru-baru ini.

SEOUL - Pinjaman kartu kredit meningkat tajam hingga mencapai rekor tertinggi tahun ini di Korea Selatan (Korsel) karena bank memperketat pinjaman sehingga bisnis kecil menghadapi kesulitan keuangan di tengah lemahnya permintaan domestik.

Menurut data dari Layanan Pengawas Keuangan atau Financial Supervisory Service (FSS) yang dirilis anggota parlemen Kang Min-Kuk dari Partai Kekuatan Rakyat yang berkuasa menunjukkan, pinjaman yang diberikan oleh delapan perusahaan kartu kredit besar mencapai 44,67 triliun won (34,05 miliar dollar AS atau sekitar 514,9 triliun rupiah) selama delapan bulan pertama tahun 2024, yang sudah melampaui total jumlah pinjaman tahun 2023 sebesar 41,55 triliun won (sekitar 479,4 triliun rupiah).

Seperti dikutip dari Antara, jumlah ini juga merupakan angka tertinggi sepanjang masa untuk periode delapan bulan sejak FSS mulai mengumpulkan data tersebut pada tahun 2003. Jumlah pinjaman kartu kredit terus meningkat selama beberapa tahun terakhir, dari 35,03 triliun won (sekitar 404,2 triliun rupiah) pada 2019 menjadi 37,26 triliun won (sekitar 429,9 triliun rupiah) pada 2020, 38,75 triliun won (sekitar 447,1 triliun rupiah) pada 2021, dan 39,66 triliun won (sekitar 457,6 triliun rupiah) pada 2022.

Kekurangan Dana

Peningkatan ini terjadi karena orang-orang yang kekurangan dana beralih ke perusahaan kartu kredit untuk meminjam uang, karena bankbank telah menaikkan suku bunga pinjaman dan memperketat pemberian pinjaman baru-baru ini, sejalan dengan seruan pemerintah untuk secara ketat mengelola pinjaman guna mengekang melonjaknya utang rumah tangga.

Tingkat tunggakan pinjaman kartu kredit juga meningkat menjadi 3,1 persen pada akhir Agustus dari 2,4 persen pada akhir 2023. Jumlah pinjaman yang macet juga meningkat tajam menjadi 1,37 triliun won (sekitar 15,8 triliun rupiah) pada akhir Agustus dari 860 miliar won (sekitar 9,9 triliun rupiah) pada tahun 2022 dan 983 miliar won (sekitar 11,3 triliun rupiah) pada tahun 2023. "Pelaku wiraswasta dan bisnis kecil diyakini mengambil sebagian besar dari pinjaman kartu kredit ini. Mereka mengalami kesulitan terutama akibat suku bunga yang tinggi," kata seorang pejabat perusahaan kartu kredit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.