Hati-Hati, Berikut Enam Faktor Utama Kecelakaan
Senin, 30 Sep 2024, 09:30 WIBJAKARTA - Dalam rangka meningkatkan aspek keselamatan jalan dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengajak masyarakat dapat menghindari enam faktor utama kecelakaan.
Hal ini disampaikan Direktur Sarana Transportasi Jalan, Amirulloh saat membacakan sambutan pada kegiatan Puncak Pekan Keselamatan Jalan Tahun 2024 di Terminal Tipe A Leuwipanjang, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (28/9).
"Kita harus berupaya untuk menghindari faktor risiko utama kecelakaan, setidaknya ada enam faktor utama di antaranya tidak menggunakan helm, tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara, mengemudi dalam keadaan mabuk, penggunaan truk untuk angkutan orang serta berkendara dengan melawan arah," ungkap Amirulloh.
Lebih lanjut Ia mengatakan angka kecelakaan secara nasional pada tahun 2023 masih tergolong cukup tinggi dengan jumlah kecelakaan lalu lintas mencapai 152.008 kejadian dengan jumlah meninggal dunia sebanyak 27.895 korban.
Adapun sepeda motor menjadi penyumbang kecelakaan tertinggi dengan persentase 76%, disusul oleh Angkutan Barang sebesar 10% dan Angkutan Orang 8%. Sementara, Mobil Penumpang 2%, Kendaraan Tidak Bermotor 2% dan lainnya 1,8%. Dan yang menjadi korban kecelakaan paling banyak adalah masyarakat yang berada pada usia produktif yaitu usia 15-49 tahun.
Maka dalam kesempatan ini Ia menuturkan masih banyak tantangan dan upaya-upaya yang harus kita lakukan dalam mewujudkan budaya tertib berlalu lintas berkeselamatan. Untuk mewujudkannya semua pemangku kepentingan harus secara terus-menerus melakukan edukasi dan sosialisasinya dengan harapan mengurangi angka kecelakaan yang cukup tinggi itu.
"Saya mengingatkan baik di pemerintah pusat, daerah, BUMN maupun swasta dapat memberikan edukasi keselamatan jalan dan saya mengajak saudara-saudara sekalian agar menghindari faktor-faktor penyebab utama kecelakan," tegasnya.
Ia berharap hal - hal tersebut dapat mendorong masyarakat untuk selalu memperbaharui pengetahuan dan literasi terkait sikap dan perilaku berkeselamatan dijalan, maka semua orang dapat menjadi pahlawan keselamatan jalan sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.
Redaktur: andes
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Pekerja Pembersih Kaca Apartemen di Surabaya Tewas saat Badai Hujan Disertai Angin Kencang
-
MacBook Pro Hadir dengan M5 Pro & M5 Max, Baterai Tahan Seharian Penuh!
-
BMKG Imbau Warga Waspadai Rob dan Hujan Lebat saat Lebaran 2026 di Jabar
-
Mobil Minibus Nyemplung ke Kanal dan Tenggelam, Dua Orang Tewas
-
LPDP Buka Beasiswa Fellowship Dokter Spesialis 2026, Full Dibiayai dan Bisa ke Luar Negeri
-
Tiket Final Four Terkunci, Samator Singkirkan Medan Falcons, Siapa Lawan Selanjutnya?
-
Sopir Ngantuk Berat, Kendaraan Pemudik Loncat ke Parit di OKU Timur, Korban Nihil
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.