Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes Pesisir Barat: Waspadai penyakit cacar monyet

📅 Minggu, 29 Sep 2024, 16:47 WIB | Oleh:
Dinkes Pesisir Barat: Waspadai penyakit cacar monyet Doc: ANTARA/Riadi Gunawan
Ket. Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat Lampung.

Pesisir Barat - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, meminta warga agar mewaspadai penyebaran penyakit cacar monyet atau Monkeypox (Mpox) meskipun belum ada temuan suspek di daerah ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Barat Suryadisaat dihubungi dari Lampung Selatan, Minggu, mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada temuan kasus penyakit Mpoxdi daerah ini, namun pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit itu.



"Kami mengimbau masyarakat Pesisir Barat agar tetap waspada terhadap penyakit cacar monyet, karena di beberapadaerah di Indonesia sudah ditemukan adanya kasus terkonfirmasi Mpox," kata Suryadi.

Menurut dia, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan melalui sosialisasi di tingkat fasilitas layanan kesehatan oleh tenaga medis dan petugas kesehatan terkait deteksi dini gejala suspek cacar monyet.



Ia menjelaskan, cacar monyet disebabkan oleh virus monkeypox, yaitu virus yang termasuk dalam kelompok Orthopoxvirus. Virus ini awalnya menular dari hewan ke manusia melalui cakaran atau gigitan hewan, seperti tupai, monyet, dan tikus yang terinfeksi virus monkeypox.

"Gejala awal yaitu sakit kepala berat, demam, nyeri otot, sakit punggung, tubuh terasa sangat letih atau lemas kemudian diikuti ruam kulit yang akan muncul di wajah dan menyebar ke bagian tubuh lain, seperti tangan, kaki, mulut, hingga alat genital," katanya.



Ia juga memintamasyarakat agar bersama-sama mencegah penularan cacar monyet, seperti yang sudah disosialisasikan oleh petugas kesehatan.

"Pesisir Barat banyak dikunjungi oleh turis mancanegara sehingga kami mengimbau agar menghindari kontak dengan orang yang memiliki gejala monkeypox. Segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan apabila ada gejala monkeypox seperti demam disertai timbul ruam dan berair di kulit untuk segera memastikan apakah akibat monkeypox atau bukan," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

53 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.