Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemensos Perkuat Kemitraan dengan LPAI Tangani Kekerasan Anak

📅 Sabtu, 28 Sep 2024, 15:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemensos Perkuat Kemitraan dengan LPAI Tangani Kekerasan Anak Doc: Koran Jakarta/Kemensos
Ket. Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menerima Ketua LPAI Seto Mulyadi atau Kak Seto di Kantor Kemensos RI Jalan Salemba 28 Jakarta, Jumat (27/9).

JAKARTA - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul akan memperkuat kemitraan antar-lembaga dalam menangani kasus kekerasan pada anak.

"Kemitraan sangat penting dalam perlindungan anak secara umum, butuh perhatian bersama," kata Gus Ipul saat menerima Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau Kak Seto di Kantor Kemensos RI Jalan Salemba 28 Jakarta, Jumat (27/9).

Melalui berbagai kebijakan dan regulasi, pemerintah berupaya maksimal untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak dan menyediakan akses layanan rehabilitasi sosial bagi anak yang membutuhkan pemulihan.

Gus Ipul mengatakan, kekerasan pada anak, terutama kekerasan seksual, bak fenomena gunung es. Kasus kekerasan anak masih banyak yang belum terlaporkan sebab stigma negatif masih melekat pada anak korban. Pada tahun 2023, Kementerian Sosial melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak dan Sentra yang tersebar di 31 titik di Indonesia telah menangani 2.304 kasus kekerasan seksual pada anak.

Tingginya kekerasan pada anak menjadi isu yang kompleks sehingga tidak bisa dilakukan sendiri. Butuh kerja sama antar-lembaga agar kasus-kasus kekerasan anak bisa tertangani dengan baik. Oleh karena itu, Mensos menerima dengan baik kerja sama antara Kemensos dengan LPAI.

"LPAI itu sejarahnya dari Kemensos," kata Kak Seto seraya menjelaskan terbentuknya LPAI melalui Surat Keputusan Kemensos yang dikeluarkan pada tahun 1997.

Sebagai lembaga miliki masyarakat, LPAI aktif melakukan pencegahan kasus kekerasan pada anak dan mendampingi anak-anak korban kekerasan dalam masa pemulihan.

Kemensos berupaya proaktif dengan melakukan scanning media atau pemantauan untuk mengetahui kasus-kasus kekerasan anak atau informasi mengenai anak yang membutuhkan bantuan. Kasus-kasus tersebut kemudian direspon agar anak-anak korban bisa mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.