Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Mengakui Ekonominya Sedang Hadapi Masalah Baru

📅 Jumat, 27 Sep 2024, 00:06 WIB | Oleh:
Tiongkok Mengakui Ekonominya Sedang Hadapi Masalah Baru Doc: Sumber: National Bureau of Statistics of China - A

BEIJING - Para pemimpin tertinggi Tiongkok, termasuk Presiden Xi Jinping, pada hari Kamis (26/9), mengakui bahwa ekonomi tengah hadapi masalah baru dan janji perbaiki krisis sektor perumahan yang sudah berlangsung lama.

Dikutip dari Channel News Asia, Beijing minggu ini meluncurkan serangkaian langkah baru yang bertujuan mendongkrak ekonominya yang sedang terpuruk, yang ingin dicapai oleh para pemimpinnya hingga tumbuh 5 persen pada 2024, sebuah tujuan yang menurut para analis optimistis mengingat tantangan yang dihadapinya. Pada Kamis, Partai Komunis yang berkuasa mengadakan pertemuan badan tertingginya, Politbiro, untuk menganalisis dan mempelajari situasi ekonomi terkini.

"Beberapa situasi dan masalah baru telah muncul dalam jalannya ekonomi saat ini," kata kantor berita Xinhua. "Kita harus melihat situasi ekonomi saat ini secara komprehensif, objektif, dan tenang, menghadapi kesulitan secara langsung, dan memperkuat rasa percaya diri," tambahnya. Anggota Politbiro sepakat tentang perlunya lebih meningkatkan fokus dan efektivitas langkah-langkah kebijakan yang bertujuan mengangkat ekonomi.

Mereka berjanji untuk menanggapi kekhawatiran masyarakat tentang kelesuan ekonomi. "Beijing akan menyesuaikan kebijakan pembatasan pembelian perumahan, menurunkan suku bunga pinjaman hipotek yang ada dan mempromosikan pembangunan model baru untuk pengembangan real estat," kata Xinhua.

Suntikan Modal Besar

Pertemuan itu diadakan pada hari yang sama ketika Bloomberg melaporkan Beijing sedang mempertimbangkan untuk menyuntikkan lebih dari 140 miliar dollar AS ke bank-bank besar milik negara di negara itu, dalam suntikan modal besar pertama dari jenisnya sejak krisis keuangan global 2008.

Langkah tersebut, yang bertujuan memberi bank lebih banyak ruang untuk meminjamkan uang kepada bisnis, akan dilaksanakan terutama melalui penerbitan obligasi negara khusus baru, kata laporan itu, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Serangkaian langkah yang diumumkan minggu ini, yang mencakup pemotongan suku bunga utama dan kebijakan yang dimaksudkan untuk mendorong pembelian rumah, telah disambut baik oleh investor karena saham di Shanghai dan Hong Kong menguat.

Namun, analis memperingatkan stimulus fiskal yang lebih besar diperlukan untuk mengembalikan ekonomi ke kecepatan penuh, karena para pemimpin terus mencari cara untuk mencapai target pertumbuhan resmi tahun ini sebesar 5 persen dari tahun ke tahun. Data ekonomi terkini mengecewakan dengan pertumbuhan kuartal kedua lebih rendah dari ekspektasi sebesar 4,7 persen. Pengangguran kaum muda meningkat pada bulan Agustus menjadi 18,8 persen, level tertinggi tahun ini, menurut angka resmi yang dirilis minggu lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.