Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebakaran Hutan di Ekuador akibatkan Enam Terluka dan Ratusan Orang Dievakuasi

📅 Jumat, 27 Sep 2024, 00:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebakaran Hutan di Ekuador akibatkan Enam Terluka dan Ratusan Orang Dievakuasi Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Ekuador menyatakan keadaan darurat pada Rabu (25/9/2024) akibat tujuh kebakaran hutan yang telah menyebabkan sedikitnya enam orang terluka dan memaksa evakuasi lebih dari 100 keluarga, menurut otoritas setempat.

Bogota - Ibu kota Ekuador menyatakan keadaan darurat pada Rabu (25/9) akibat tujuh kebakaran hutan yang telah menyebabkan sedikitnya enam orang terluka dan memaksa evakuasi lebih dari 100 keluarga, menurut otoritas setempat.

Wali Kota Quito, Pabel Munoz, mengatakan keadaan darurat tersebut telah memaksa pengerahan 2.000 petugas pemadam kebakaran, militer, dan tim penyelamat. Sebanyak 107 keluarga telah dievakuasi dan tujuh rumah terdampak oleh kebakaran yang terjadi sejak Selasa.

"Kebakaran tidak akan padam dalam beberapa jam ke depan. Kebakaran pasti akan terus berlangsung hingga malam," kata Munoz.

Hingga saat ini, kebakaran telah melanda lebih dari 2.000 hektarhutan dan menutupi sebagian besar kota dengan asap tebal dan abu.

Presiden Daniel Noboa, yang sedang mengikuti agenda resmi Sidang Majelis Umum PBB di New York terpaksa kembali ke negaranya untuk "memberikan komando dalam upaya menghadapi musuh," ujar dia

"Kita sedang menghadapi situasi iklim terburuk dalam beberapa dekade terakhir, yang memerlukan keputusan mendesak di semua tingkatan pemerintahan," kata Noboa.

Otoritas mengonfirmasi bahwa kebakaran ini disebabkan oleh ulah manusia. Seorang petugas polisi dilaporkan menemukan dua tong berisi bahan mudah terbakar di dekat area yang menjadi titik awal kebakaran hutan besar pada Selasa.

Polisi menawarkan hadiah bagi siapa saja yang memberikan informasi untuk mengidentifikasi pelaku pembakaran.

Mereka yang bertanggung jawab atas kebakaran ini akan dituntut dengan dakwaan terorisme, tegas Presiden Noboa.

Kegiatan sekolah dihentikan pada Rabu dan pegawai pemerintah bekerja dari jarak jauh akibat buruknya kualitas udara di Quito, yang telah menghadapi kebakaran hutan hebat selama tiga minggu akibat dampak kekeringan yang meluas.

Ekuador, Brasil, Peru, dan Kolombia sedang mengalami kekeringan terburuk dan mencatat suhu terpanas dalam beberapa dekade.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.