Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kandidat Janji Bantu Modal Ekonomi Bawah

📅 Jumat, 27 Sep 2024, 01:30 WIB | Oleh:
Kandidat Janji Bantu Modal Ekonomi Bawah Doc: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Ket. Ridwan Blusukan di Pancoran -- Calon Gubernur Jakarta nomor urut 1 Ridwan Kamil berbincang dengan warga di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (26/9). Pada hari kedua kampanye ini dia mendengarkan keluh-kesah warga.

JAKARTA - Berbagai janji mulai dilontarkan para kandidat peserta Pilkada Jakarta 2024 dengan dimulainya kampanye sejak 24 September. Calon gubernur nomor urut satu, Ridwan Kamil, misalnya, berjanji akan menyalurkan kredit Masyarakat Ekonomi Sejahtera (Mesra) untuk membantu permodalan golongan ekonomi rendah. Harapnnya, dengan dibantu mereka bisa menjalankan usaha dan menekan pengangguran.

"Mesra menyasar golongan ekonomi bawah yang tidak bisa pinjam ke bank," ujarnya. Makanya, bantuan disebut kredit kelompok karena tidak punya agunan. Dia mengatakan ini usai dialog bersama Forum Purna Pejabat Pemprov Jakarta, Kamis.

Ridwan menjelaskan, program sudah dijalankan saat menjabat Gubernur Jawa Barat. Dia menargetkan orang-orang golongan ekonomi bawah yang rata-rata membutuhkan modal bisa menciptakan lapangan kerja dengan cara berdagang.

Adapun yang membedakan dengan bank konvensional, program ini memiliki kredit kelompok yang menjadi tanggung jawab bersama. Kalau menggunakan bank konvensional, harus ada agunan. Kalau kelompok ini, semua ikut bertanggung jawab. "Ini sudah dipraktikkan dan berhasil," ucapnya.

Sementara, jubir pasangan ini, Fahlino Sjuib, menjelaskan kredit "Mesra" adalah program yang memberikan kemudahan bagi masyarakat ekonomi lemah. Ini difasilitasi melalui rumah ibadah agar bisa mengakses pembiayaan perbankan. Menurutnya, warga Jakarta, khususnya pelaku usaha ultra mikro perorangan yang belum tersentuh perbankan bisa mendapatkan fasilitas pinjaman tanpa agunan dan tanpa bunga dengan plafon maksimal 5 juta. "Jangka waktu pinjaman 6-12 bulan," jelas Fahlino.

Fahlino menjelaskan, untuk bisa mengakses pembiayaan ini ada syarat yang harus dipenuhi. Contoh, penerima harus menjadi anggota komunitas dari rumah ibadah. Bisa juga umat atau masyarakat sekitar rumah ibadah. Penerima juga wajib mengikuti dan lulus pelatihan kelompok mikro.

Menurut Fahlino, kredit Mesra telah dijalankan untuk memerangi fenomena sosial, sseperti masih tingginya ketergantungan masyarakat pada jerat pinjaman online (pinjol) maupun rentenir. Ini biasa disebut bank keliling.

Di Jawa Barat, kredit Mesra, dikerjasamakan dengan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) sejak 2018. Program berjalan sukses dan sudah direplikasi oleh empat provinsi.

Pusat Komunitas Kun

Sementara itu, calon wakil gubernur nomor urut dua, Kun Wardana Abyoto, akan membangun pusat komunitas demi menguatkan fungsi RT dan RW agar bisa menjangkau aspirasi masyarakat. "Kita akan buat program penguatan RT dan RW," tandasnya.

Kun menilai, dengan adanya pusat komunitas bisa membuat masyarakat berkumpul untuk beragam aktivitas seperti mengembangkan bakat mulai dari seni tari, dan olahraga. Adanya suatu tempat yang menjadi terfokus, maka masyarakat juga bisa saling berinteraksi secara sosial.

"Jadi masyarakat bisa berkumpul di pusat komunitas untuk menyampaikan aspirasinya," ujarnya. Pusat komunitas ini diharapkan terkoneksi dengan pelayanan publik sehingga bisa menjadi lebih cepat dalam melayani warga.

Menurutnya, apabila semua sudah terkoneksi, jauh lebih mudah dan jauh lebih cepat untuk layanan publik. Kun menjelaskan, banyak orang lupa bahwa masyarakat Jakarta punya modal sosial seperti gotong-royong.

Karena itu, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait budaya Jakarta, harus dimulai dari bawah. Caranya, dengan memanfaatkan lingkungan sekitar seperti RT dan RW. Menurutnya, RT dan RW bukan hanya perpanjangan tangan pemerintahan, namun bisa digunakan untuk pemberdayaan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

54 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.