Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masyarakat Pulau Kasu Kembangkan Olahan Rajungan

📅 Rabu, 25 Sep 2024, 17:36 WIB | Oleh:
Masyarakat Pulau Kasu Kembangkan Olahan Rajungan Doc: ANTARA/Laily Rahmawaty
Ket. Sekumpulan ibu rumah tangga bekerja di pengolahan kepiting rajungan mili Latifa di Pulau Kasu, Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu (25/9).

BATAM - Sejumlah masyarakat di Pulau Kasu, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mengembangkan usaha rumahan mengelola kepiting rajungan atau ketam untuk dijual secara mandiri ke masyarakat maupun perusahaan makanan olahan dari laut.

Latifa binti Muhammad Nur (40) yang ditemui di Batam, Rabu, merupakan salah satu dari lima warga yang mengembangkan usaha pengolahan kepiting rajungan yang dimulai sejak 2005.

Usaha iniia teruskan dari kakak ipar mendiang suaminya yang lebih dulu menjalankan, hingga kini bertahan dan bisa mempekerjakan 10 orang ibu rumah tangga di bidang pengemasan dan tiga pekerja pria di bagian pengolahan.

"Olahannya sederhana saja, kami cuma merebusnya, lalu menyisihkan dagingnya untuk dikemas dan dijual ke perusahaan atau pembeli masyarakat umum," kata Ipah sapaan akrab Latifa.

Menurut dia, menjalankan usaha olahan kepiting rajungan ini tergabung pada musim. Jika musim angin lagi bagus, maka ketersediaan kepiting rajungan melimpah dan harga juga bagus. Tetapijika musim angin kurang bagus, jumlah kepiting rajungan berkurang pasokannya, harga juga berpengaruh.

Saat iniharga satu kilogram (kg) daging kepiting rajungan yang sudah lepas kulit dijualnya Rp150 ribu. Harga ini berfluktuasi tergantung harga dari perusahaan.

"Kalau lagi musim bisa dapat 200 kg kepiting sehari. Musim utara itu banyak kepiting," katanya.

Dia menyebutdari 200 kg kepiting mentah itu, jika diolah bisa mendapatkan 45 kg daging kepiting yang siap untuk dikirim ke perusahaan yang menjadi mitra.

Ipah memiliki mitra perusahaan yang membeli daging kepiting darinya yang berkedudukan di Medan, Sumatera Utara. Kalau lagi musim kepiting rajungan, seminggu bisa dilakukan dua kali pengiriman ke Medan menggunakan kargo pesawat.

Kegiatan pengolahan kepiting rajungan ini berlangsung setiap hari. Ibu-ibu yang bekerja mulai mencopoti daging kepiting mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Ipah memiliki satu ruang produksi khusus yang berada di pinggiran pulau tak jauh rumahnya.

Begitu pula dengan Burhan (63), warga Pulau Kasu yang mengembangkan usaha olahan kepiting rajungan sebagai sumber mata pencaharian.

Bedanya Burhan memasok kepitingrajungan miliknya ke pengusaha yang berdomisili di Jakarta.

Usaha pengolahan kepiting rajungan yang dijalani Burhan menghadapi tantangan terkait tersedia sumber daya kepiting yang semakin berkurang, karena adanya nelayan yang menangkap kepiting rajungan berukuran kecil untuk diperjualbelikan.

Padahal, kata dia, kepiting ukuran kecil itu merupakan masih anakan yang seharusnya tidak diperjualbelikan agar ketersediaan kepiting rajungan di perairan tetap terjaga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.