Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Mataram Bantu 5.000 Bibit Ikan Nila

📅 Selasa, 24 Sep 2024, 16:53 WIB | Oleh:
Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Mataram Bantu 5.000 Bibit Ikan Nila Doc: ANTARA/HO-Lurah Pejeruk
Ket. Penyerahan bantuan bibit ikan nila kepada kelompok budi daya ikan melalui Program Pemanfaatan Pekarangan di Kelurahan Pejeruk Ampenan, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

MATARAM - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyerahkan bantuan 5.000 bibit ikan air tawar jenis nila pada kelompok budi daya ikan melalui program pemanfaatan pekarangan di Kelurahan Pejeruk Ampenan.

"Bantuan tersebut kami terima langsung dari DKP, untuk dibagi ke kelompok budi daya," kata Lurah Pejeruk Mataram Lalu Bagus Afriady di Mataram, Selasa.

Pemberian bibit ikan nila itu, sebagai bentuk pembinaan dan motivasi DKP kepada kelompok yang melaksanakan program budi daya dengan memanfaatkan pekarangan yakni sekitar 5-6 warga.

"Selama ini DKP aktif memberikan pendampingan, pembinaan bagaimana melakukan pembibitan, perawatan hingga panen," katanya.

Karena itu, sebanyak 5.000 bibit ikan nila tersebut, akan dibagi untuk dua kelompok yakni kelompok budi daya melalui program pemanfaatan pekarangan dan kelompok budi daya keramba pada aliran Sungai Jangkuk.

Menurutnya, program pemanfaatan pekarangan dengan budi daya ikan air tawar jenis nila yang mulai dikembangkan tahun 2023 dimaksudkan untuk meningkatkan konsumsi ikan sekaligus peningkatan pendapatan keluarga.

Manfaat dari program itu kini sudah mulai dirasakan para anggota kelompok, karena dalam sekali panen dalam waktu 3-4 bulan mereka bisa menghasilkan 40 kilogram.

Untuk budi daya dengan skala pemanfaatan pekarangan, produksi ikan yang dihasilkan warga itu termasuk banyak, begitu juga untuk budidaya di keramba.

Ketika panen, lanjut Bagus, hasilnya rata-rata dijual dengan harga Rp30.000-Rp33.000 per kilogram.

"Uang hasil penjualan, diputar kembali untuk membeli bibit dan pakan sehingga warga punya dana kelompok yang digunakan untuk berbagai kebutuhan," katanya.

Ia mengatakan, dari hasil evaluasi pengembangan ikan nila menggunakan keramba lebih cepat panen yakni sekitar 3 bulan karena dikembangkan pada air sungai mengalir.

"Sedangkan yang berada di kolam pekarangan baru bisa panen setelah empat bulan karena menggunakan mesin sehingga sirkulasi air terbatas," katanya.

Diharapkan, program budi daya ikan air tawar dengan pemanfaatan pekarangan ini bisa menjadi contoh untuk warga lainnya, sehingga dapat mendukung peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Program budi daya itu tujuan utamanya adalah memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lebih produktif," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Olahraga
Persiapan Atlet Balap Seped...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.