Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Minggu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia

📅 Minggu, 22 Sep 2024, 09:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Minggu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia Doc: ANTARA/Muhammad Ramdan
Ket. Sejumlah warga turut serta dalam penanaman pohon di sekitar Waduk Batu Bangkong, Jakarta, Senin (26/8/2024). Pemprov DKI Jakarta menanam 250 pohon pelindung dan 50 pohon produktif, serta menebar 10.000 benih ikan nila di Waduk Bangkong sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan.

JAKARTA - Kualitas udara di Jakarta pada Minggu (22/9) pagi masuk kategori tidak sehat dan menempati peringkat ketiga sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.

Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.40 WIB, Indeks Kualitas Udara atau Air QualityIndex (AQI) di Jakarta berada di angka 168 atau masuk dalam kategori tidak sehat dengan angka partikel halus PM2.5 berada di angka 80 mikrogram per meter kubik.

Kualitas udara yang tidak sehatdapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif, bahkan bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Situs tersebut juga merekomendasikan terkait kondisi udara di Jakarta, yaitu bagi masyarakat sebaiknya menghindari aktivitas di luar ruangan. Jika berada di luar ruangan gunakanlah masker, kemudian menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor.

Kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama yaitu Delhi, India di angka 174, urutan kedua Lahore, Pakistan di angka 168, urutan keempat Baghdad, Iraq di angka 165, dan urutan kelima London, Kerajaan Inggris di angka 159.

Sebelumnya untuk memantau kualitas udara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta meluncurkan platformterintegrasi yang didukung 31 titik Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) tersebar di wilayah kota metropolitan.

Data yang diperoleh dari SPKUitu ditampilkan melalui platform pemantau kualitas udara. Hal ini dibuat sebagai penyempurnaan dari yang sudah ada sebelumnya dan sesuai dengan standar yang berlaku secara nasional.

Laman ini selain menampilkan data dari 31 SPKUyang ada di Jakarta jugamengintegrasikan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), World Resources Institute (WRI) Indonesia, dan Vital Strategies.

Dengan demikian data mengenai kualitas udara di Jakarta nantinya bisa disajikan secara lebih komprehensif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.