Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transaksi LCT Meningkat Pesat hingga USD6,4 Miliar

📅 Kamis, 19 Sep 2024, 08:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Transaksi LCT Meningkat Pesat hingga USD6,4 Miliar Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan nilai transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) tumbuh pesat sepanjang tahun ini. Selama delapan bulan pertama tahun ini, LCT meningkat sebesar 48,84 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (yoy).

"Kalau kita lihat jumlah year-to-date (ytd), posisi saat ini sudah mencapai 6,4 miliar dollar AS dibandingkan periode yang sama Januari-Agustus tahun lalu sebesar 4,3 miliar dollar AS," kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (18/9).

Adapun secara jumlah, angkanya tumbuh 58 persen (year-on-year/ yoy) mencapai 904 juta dollar AS. Pelaku LCT juga meningkat hampir dua kali lipat bila dibandingkan tahun lalu, yakni dari sekitar 2.600 pelaku menjadi 5.465 pelaku.

"Jadi, berita baiknya adalah LCT atau LCS (Local Currency Settlement) kita makin lama makin dikenal oleh importir dan eksportir kita," tambah Destry.

Penyelesaian Transaksi Bilateral Menggunakan Mata Uang Lokal atau Local Currency Settlement (LCS) adalah penyelesaian transaksi yang dilakukan secara bilateral oleh pelaku usaha di Indonesia dan negara mitra dengan menggunakan mata uang masing-masing negara.

Dalam implementasinya, framework LCT akan memfasilitasi penyelesaian transaksi pembayaran lintas negara di area perdagangan dan diharapkan dapat meminimalkan eksposur risiko nilai tukar dan biaya bagi pelaku usaha dan pengguna lainnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI), Bank of Korea (BOK) dan Kementerian Keuangan Korea menyepakati kerangka kerja sama Local Currency Transaction (LCT) dalam mendorong penggunaan mata uang lokal rupiah dan won untuk transaksi perdagangan antara Indonesia dan Korea Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.