Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peru Nyatakan Status Darurat Akibat Kebakaran Hutan

📅 Kamis, 19 Sep 2024, 17:08 WIB | Oleh:
Peru Nyatakan Status Darurat Akibat Kebakaran Hutan Doc: ANTARA/Anadolu/py
Ket. Presiden Peru Dina Boluarte pada Rabu (18/9) menyatakan status darurat di tiga wilayah negara tersebut, tempat gelombang kebakaran hutan telah menyebar dan menghancurkan ribuan hektare hutan.

BOGOTA - Presiden Peru Dina Boluarte pada Rabu (18/9) menyatakan status darurat pada tiga wilayah negara tersebut, tempat gelombang kebakaran hutan telah menyebar dan menghancurkan ribuan hektare hutan.

Institut Pertahanan Sipil Nasional Peru melaporkan terjadi 34 kebakaran hutan, yang masih berlangsung dan telah menewaskan 16 orang dan melukai 140 orang sejak Juli.

Sektor peternakan juga dilaporkan kehilangan 337 hewan.

Boluarte menyesalkan bahwa sebagian besar lebih dari 230 kebakaran hutan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh manusia, kemungkinan karena praktik budaya leluhur yang digunakan untuk menyiapkan lahan bagi pertanian dan memperluas batas-batas pertanian.

Dia mengatakan bahwa sekitar 80 persen kebakaran tersebut telah "terkendali," namun meminta komunitas petani untuk berhenti membakar padang rumput.

Tiga wilayah yang paling terdampak adalah San Martin, Ucayali, dan Amazonas, yaitu daerah-daerah yang menurut presiden sulit dijangkau pesawat untuk proses pemadaman kebakaran dari udara karena kondisi atmosfir yang rumit.

"Percayalah pada kami. Kalian tidak sendirian. Tapi mari kita jangan menyebabkan lebih banyak kebakaran," katanya.

Lebih dari 5.000 hektare (12.355 are) telah hangus terbakar dan beberapa kota di negara itu kehabisan air. Kondisi itudisebut para ahli sebagai salah satu kekeringan terburuk dalam lebih dari satu dekade.

Boluarte mengatakan 20 ton bantuan kemanusiaan telah dikirimkan ke Iquitos untuk menangani kekurangan air yang disebabkan oleh kurangnya hujan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

50 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.