Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Meta dan Spotify Kecam Keputusan Uni Eropa terkait AI

📅 Kamis, 19 Sep 2024, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Meta dan Spotify Kecam Keputusan Uni Eropa terkait AI Doc: Daily Star/AFP
Ket. Mantan PM Italia dan ekonom Mario Draghi memaparkan rencana memperkuat daya saing Eropa, pada sesi pleno Parlemen Eropa di Strasbourg, Prancis timur pada 17 September 2024.

PARIS - Sekelompok perusahaan termasuk Meta dan Spotify mengecam Uni Eropa pada hari Kamis (19/9) karena pengambilan keputusan yang "terfragmentasi dan tidak konsisten" tentang privasi data dan kecerdasan buatan (AI).

Perusahaan-perusahaan tersebut beserta sejumlah peneliti dan badan industri menandatangani surat terbuka yang mengklaim bahwa Eropa sudah menjadi kurang kompetitif dan berisiko semakin tertinggal di era AI.

Para penandatangan menyerukan "keputusan yang selaras, konsisten, cepat, dan jelas" dari regulator privasi data untuk "memungkinkan data Eropa digunakan dalam pelatihan AI untuk kepentingan warga Eropa".

Surat tersebut mempersoalkan keputusan terkini berdasarkan peraturan perlindungan data umum (GDPR) tahun 2018.

Meta, yang memiliki Facebook, WhatsApp, dan Instagram, baru-baru ini menghentikan rencana untuk mengumpulkan data dari pengguna Eropa guna melatih model AI-nya setelah mendapat tekanan dari regulator privasi.

"Akhir-akhir ini, pengambilan keputusan regulasi menjadi terfragmentasi dan tidak dapat diprediksi, sementara intervensi oleh Otoritas Perlindungan Data Eropa telah menciptakan ketidakpastian besar tentang jenis data apa yang dapat digunakan untuk melatih model AI," kata surat itu.

Seorang juru bicara Komisi Eropa mengatakan pada saat itu bahwa semua perusahaan di UE diharapkan mematuhi aturan privasi data.

Meta menghadapi denda yang sangat besar karena melanggar privasi pengguna, termasuk denda tunggal lebih dari satu miliar euro berdasarkan GDPR.

Selain aturan privasi data, Eropa menjadi blok regional pertama yang merumuskan undang-undang utama yang bertujuan menghentikan penyalahgunaan teknologi -- Undang-Undang AI-nya mulai berlaku awal tahun ini.

Meta dan raksasa teknologi lainnya semakin menunda produk untuk pasar Eropa dengan alasan mereka mencari kejelasan hukum.

Meta menunda peluncuran alternatif Twitter Threads di seluruh Uni Eropa selama beberapa bulan tahun lalu.

Google juga telah menahan peluncuran alat AI di UE.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.