Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus Kekerasan Terhadap Anak Alami Peningkatan

📅 Kamis, 19 Sep 2024, 00:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kasus Kekerasan Terhadap Anak Alami Peningkatan Doc: ANTARA/Anita Permata Dewi
Ket. Paparan yang disampaikan oleh Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nahar dalam media talk bertajuk "Memenuhi Hak dan Melindungi Anak dalam Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA)", di Jakarta, Rabu (18/9/2024).

Jakarta - Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nahar mengatakan bahwa data kasus kekerasan terhadap anak mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir.

"Dari sisi laporan lima hingga enam tahun ke belakang itu mengalami kenaikan (kasus kekerasan terhadap anak)," kata Nahar dalam media talk bertajuk "Memenuhi Hak dan Melindungi Anak dalam Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA)", di Jakarta, Rabu.

Untuk kasus kekerasan seksual pada 2019 ada 6.454 kasus, dan pada 2023 mencapai 10.932 kasus.

Kemudian kasus kekerasan psikis pada 2019 ada 2.527 kasus, dan pada 2023 tercatat ada 4.511 kasus.

Kekerasan fisik pada 2019 ada 3.401 kasus, dan pada 2023 mencapai 4.410 kasus.

Kekerasan berupa eksploitasi pada 2019 ada 106 kasus, dan pada 2023 menjadi 260 kasus.

Tindak pidana perdagangan orang (TPPO) pada 2019 ada 111 kasus, dan pada 2023 ada 206 kasus.

Sementara penelantaran pada 2019 ada 850 kasus, pada 2023 ada 1.332 kasus.

"Sisi positifnya adalah bahwa dengan angka-angka ini artinya ada kesadaran dari masyarakat untuk berani melapor, dari yang tidak mau lapor menjadi mau lapor," kata Nahar.

Namun demikian, pihaknya meyakini kasus kekerasan terhadap anak merupakan fenomena gunung es.

"Itu angkanya kalau dari total prevalensi kekerasan di seluruh Indonesia itu tidak sampai 2 persen-nya. Artinya bahwa ada sekian persen yang mungkin belum terlaporkan. Ini kan fenomena gunung es," kata Nahar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.