Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ini yang Dilakukan Pemprov Banten untuk Jaga Pasokan Cabai di Tengah Lesunya Produksi dari Petani

📅 Kamis, 19 Sep 2024, 00:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ini yang Dilakukan Pemprov Banten untuk Jaga Pasokan Cabai di Tengah Lesunya Produksi dari Petani Doc: ANTARA/Fakhri Hermansyah
Ket. Ilustrasi-Pedagang memilah cabai rawit yang dijual di Pasar Induk, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (18/9/2024).

Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berupaya menjaga pasokan cabai lewat kerja sama dengan daerah lain, di tengah lesu produksi komoditas tersebut dari para petani di wilayah setempat.

Penjabat Gubernur Al Muktabar di Serang, Rabu mengatakan ada upaya-upaya jangka pendek melalui kerja sama dengan sejumlah provinsi.

"Yang short term, kita kan mengadakan kerjasama dengan daerah kan, dengan Jawa Tengah, dengan Sumatera Barat, seperti selama ini terjadi. Sehingga pasukan cabai itu tetap stabil dan ada," kataMuktabar.

Dia mengatakan jumlah petani cabaidi Banten terbatas, dan hanya di beberapa wilayah tertentu. Sementara, petani lebih menyukai menanam padi.

Hal itu, lanjut dia, jauh berbeda dengan kondisi petani di Jawa Tengah, sebagai perbandingan, yang menanam cabai secara berkala.

Selain itu Al Muktabar mengatakan petani Banten lebih mengutamakan menanam padi.

"Jadi hanya di sela-selanya saja menanam cabai," katanya menambahkan.

Atas kondisi tersebut,ia meminta Dinas Pertanian setempat untuk mengintensifkan pertanian komoditas cabai hingga Kabupaten/Kota, meskipun peminatnya belum tinggi.

"Jadi nanti kita minta Kabupaten/Kota juga menekuni komoditi itu, dan itu menguntungkan bagi petani. Hanya itu tadi, kita belum peminat petaninya yang intensif gitu," ujar dia.

Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang diakses pada pukul 07.50 WIB, harga rata-rata nasional cabai merah keriting menjadi Rp35.720 per kg, sedangkan cabai rawit merah tembus Rp46.240 per kg.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.