Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lapisan Ozon dalam Proses Pemulihan Meski Gunung Berapi Meletus

📅 Rabu, 18 Sep 2024, 00:03 WIB | Oleh:
Lapisan Ozon dalam Proses Pemulihan Meski Gunung Berapi Meletus Doc: wikipedia.org
Ket. Logo Organisasi Meteorologi Dunia.

SINGAPURA - Organisasi Meteorologi Dunia, pada hari Selasa (17/9) mengatakan lapisan ozon dunia berada pada "jalan menuju pemulihan jangka panjang" meskipun terjadi letusan gunung berapi yang merusak di Pasifik Selatan, setelah upaya untuk menghapuskan bahan kimia perusak ozon.

Dikutip dari The Straits Times, berdasarkan tren saat ini, lapisan ozon akan pulih ke level tahun 1980 sekitar tahun 2066 di Antartika, tahun 2045 di Arktik, dan tahun 2040 di seluruh dunia, kata badan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Meskipun letusan gunung berapi di dekat Tonga pada awal tahun 2022 menyebabkan periode singkat penipisan ozon yang dipercepat di atas Antartika pada tahun 2023, yang disebabkan oleh meningkatnya kadar uap air di atmosfer, namun kerugian secara keseluruhan terbatas, katanya dalam buletin ozon tahunannya.

Lapisan ozon melindungi bumi dari radiasi ultraviolet matahari, yang dikaitkan dengan kanker kulit dan risiko kesehatan lainnya.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan Protokol Montreal, yang mulai berlaku pada tahun 1989, sepakat untuk menghentikan penggunaan klorofluorokarbon (CFC) dan zat perusak ozon lainnya, dan keberhasilannya "menonjol sebagai simbol harapan yang kuat" di saat kerja sama multilateral sedang mengalami tekanan.

CFC sebagian besar telah digantikan oleh hidrofluorokarbon (HFC), yang tidak menyebabkan penipisan ozon tetapi merupakan gas rumah kaca yang menghangatkan iklim.

Negara-negara kini tengah melaksanakan amandemen Kigali 2016 di Montreal, yang akan mengurangi produksi HFC, dan dapat menghindari pemanasan sekitar 0,5 derajat C pada tahun 2100.

Tiongkok tetap menjadi produsen HFC terbesar di dunia, dengan kapasitas saat ini setara dengan hampir 2 miliar ton karbon dioksida. Sekitar seperempatnya diekspor.

Kementerian Lingkungan Hidup Tiongkok pada hari Senin (16/9) mengatakan akan menerbitkan rencana untuk mengendalikan produksi HFC dengan lebih baik. Sebagai negara berkembang, Indonesia berkewajiban untuk memangkas konsumsi HFC sebesar 85 persen dari tahun 2013 hingga 2045.

Tiongkok memangkas kuota produksi dan menindak tegas produksi ilegal, tetapi pada tahun 2024 negara itu memperingatkan mereka masih "menghadapi tantangan besar" dalam mengurangi HFC, yang digunakan oleh berbagai industri, banyak di antaranya yang kesulitan menemukan produk pengganti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

India Jadi Korban Pesta Gol Brasil, Tim Samba Menang 4-0

33 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Olahraga
India Jadi Korban Pesta Gol...
Olahraga
Bantai Persikad Depok 4-0, ...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.