Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Lombok Minta Warga Tidak Buka Lahan dengan Cara Membakar

📅 Selasa, 17 Sep 2024, 17:24 WIB | Oleh:
Pemkab Lombok Minta Warga Tidak Buka Lahan dengan Cara Membakar Doc: ANTARA/FransiscoCarollio
Ket. Ilustrasi - Api membakar hutan dan lahan.

LOMBOK TENGAH - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengingatkan warga untuk tidak membuka lahan baru dengan cara membakar maupun menebang pohon pada musim kemarau.

"Kami mengimbau kepada masyarakat khususnya di wilayah Lombok Tengah untuk tidak membuka lahan baru untuk tanaman jagung dengan cara membakar sampah," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah Supardan di Lombok Tengah, Selasa.

Ia mengatakan hampir sebagian besar penyebab kebakaran di wilayah Kabupaten Lombok Tengah pada musim kemarau ini diduga akibat pembukaan lahan dengan cara membakar.

"Penyebab kebakaran di kawasan perbukitan di Lombok Tengah itu diduga disengaja dibakar," katanya.

Hal itu disimpulkan berdasarkan informasi dari petugas di lapangan saat melakukan pemadaman kebakaran lahan, yang terkadang dilarang oleh oknum warga, namun pihaknya tetap melakukan pemadaman untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

"Saat memadamkan api, petugas dilarang oknum warga setempat, namun kami tetap melakukan pemadaman," katanya.

Ia mengatakan, berdasarkan data sementara luas wilayah perbukitan maupun kawasan hutan di Lombok Tengah yang mengalami kebakaran mencapai puluhan hektare dan paling luasdi kawasan pembibitan pohon di kawasan ITDC di Kecamatan Pujut mencapai 5 hektare.

"Banyak titik-titik kebakaran lahan, namun paling luas itu di kawasan pembibitan pohon di Kecamatan Pujut," katanya.

Selain kawasan hutan atau perbukitan yang terbakar, sejumlah open tembakau petani di Kecamatan Praya Timur juga sering mengalami kebakaran.

"Yang paling banyak terbakar itu adalah kawasan lahan," katanya.

Untuk mengantisipasi kebakaran yang lebih luas, pihaknya telah membuka posko pelayanan pemadaman kebakaran di wilayah Mandalika.

Selain itu, direncanakan di wilayah Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah bagian utara dan Lombok Tengah di bagian barat, sehingga begitu ada peristiwa kebakaran bisa dipadamkan lebih cepat.

"Fasilitas kami masih kurang, pos pelayanan yang telah terbentuk itu baru di kawasan wisata," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.