Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes-IHME Jalin Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Kebijakan Berbasis Data

25 Jumat, 13 Sep 2024, 08:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkes-IHME Jalin Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Kebijakan Berbasis Data Kemenkes-IHME Jalin Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Kebijakan Berbasis Data Doc: ANTARA/HO-Kementerian Kesehatan RI
Ket. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah) dan Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Syarifa Liza Munira (kiri) dalam peluncuran Joint Operation bersama Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) guna menghasilkan kebijakan kesehatan yang tepat sasaran.

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) meluncurkan Joint Operation guna menghasilkan kebijakan kesehatan yang tepat sasaran.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (12/9), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa data yang valid dan akurat sangat penting dalam merencanakan kebijakan kesehatan.

Menurut dia, data yang akurat akan menghasilkan kebijakan kesehatan yang tepat dan mampu menghadapi tantangan pada situasi saat ini maupun pada masa mendatang.

"Perencanaan yang bagus itu penting. Makanya, kami memutuskan untuk merencanakan kebijakan jangka panjang dengan memanfaatkan data epidemiologi untuk mengantisipasi jenis beban penyakit yang akan terjadi di masa depan, tentunya dengan mempelajari sejarah negara lain," kata Budi.

Budi mengaku optimistis kolaborasi strategis ini akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam memperkuat perencanaan dan implementasi kebijakan kesehatan di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Syarifa Liza Munira mengatakan, kolaborasi ini menandai tonggak sejarah dalam perjalanan kolaborasi Kemenkes dan IHME untuk meningkatkan sistem layanan kesehatan Indonesia melalui keputusan berbasis data.

Selama beberapa tahun terakhir, kata Liza, dari 2018 hingga 2019 kolaborasi antara Kemenkes dan IHME telah meletakkan pondasi yang kuat dalam analisis data layanan kesehatan dan peningkatan sistem.

Pada kemitraan periode 2024-2028, kerja sama ini akan memfasilitasi sistem data dan estimasi beban penyakit, perkiraan beban layanan kesehatan dan kapasitas sistem, akselerasi sistem registrasi penyakit, serta peningkatan kapasitas dan kemitraan.

"Ke depannya, Joint Operation 2024-2028 ini akan berfokus pada penguatan lebih lanjut kemitraan antara Kemenkes dan IHME di bidang kolaborasi di atas. Perjanjian Tata Kelola, yang ditandatangani secara resmi hari ini, berfungsi sebagai kerangka kerja untuk menjalankan Joint Operation, memastikan tata kelola yang jelas, transparansi, dan akuntabilitas dalam upaya bersama kita," katanya.

Sebagai tindak lanjut dari kerja sama ini, katanya, Kemenkes dan IHME menyelenggarakan lokakarya dan berbagi data untuk mendorong pertukaran pengetahuan antara para ahli lokal dan global. Kegiatan ini memastikan bahwa metodologi IHME disesuaikan dengan kebutuhan perawatan kesehatan khusus Indonesia.

Selain itu, kantor IHME di BKPK juga direnovasi. Kantor ini akan berfungsi sebagai pusat pengumpulan, analisis, dan pengambilan keputusan data kesehatan, yang memperkuat kapasitas Indonesia untuk menanggapi tantangan perawatan kesehatan secara real-time.

Liza menyebut bahwa kemitraan ini bukan hanya tentang data, tetapi juga tentang membangun Indonesia yang lebih sehat dan lebih tangguh.

"Bersama dengan IHME, kita tidak hanya mengatasi tantangan perawatan kesehatan saat ini tetapi juga membentuk masa depan perawatan kesehatan di Indonesia untuk generasi mendatang," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Olahraga
Sayang Sekali, Leo/Daniel K...
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.