Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kirab Budaya Merti Dusun Lestarikan Gotong Royong di Masyarakat

📅 Rabu, 11 Sep 2024, 16:44 WIB | Oleh:
Kirab Budaya Merti Dusun Lestarikan Gotong Royong di Masyarakat Doc: ANTARA/HO-Kominfo Pemkab Bantul
Ket. Kirab Budaya Merti Dusun yang digelar masyarakat Pedukuhan Glodogan, Kelurahan Sidomulyo, Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Rabu (11/9).

BANTUL - Bupati Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta Abdul Halim Muslih menyebut bahwa Kirab Budaya Merti Dusun merupakan tradisi turun-temurun bertujuan untuk melestarikan warisan leluhur serta memperkuat rasa persatuan dan gotong royong di tengah masyarakat.

"Melestarikan budaya Merti Dusun ini berarti melestarikan budaya persatuan dan gotong royong di antara warga masyarakat," kata Bupati Halim dalam keterangannya saat melepas arak-arakan Kirab Budaya Merti Dusun di Glodogan, Kelurahan Sidomulyo di Bantul, Rabu.

Bupati mewakili pemerintah kabupaten merasa bangga kepada warga Dusun Glodogan yang dapat melestarikan kebudayaan merti dusun ini yang sudah turun temurun ini.

Kegiatan budaya tersebut digelar juga sebagai simbol rasa syukur kepada Tuhan, atas panen yang melimpah, serta menjadi momentum bagi warga pedukuhan Glodogan untuk mempererat tali silaturahmi serta menjaga nilai-nilai kebersamaan.

Lebih lanjut dia mengatakan saat ini pemerintah juga memiliki banyak program-program pembangunan, diantaranya melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis pedukuhan yang setiap dusun di Bantul menerima dana sebesar Rp50 juta.

Bupati mengatakan, dana yang digelontorkan tersebut dapat dimanfaatkan pedukuhan untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, masalah lingkungan, pengembangan pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga pembangunan fisik.

"Oleh karena itu, pemerintah juga membutuhkan peran serta masyarakat dalam menyukseskan program pembangunan tersebut," katanya.

Sementara itu, dalam Kirab Budaya yang diikuti warga Dusun Glodogan tersebut terdapat salah satu bagian menarik, yaitu arak-arakan gunungan, sebuah simbol hasil bumi yang berbentuk kerucut, dihiasi dengan berbagai macam sayur, buah, dan hasil panen lainnya.

Gunungan tersebut kemudian diarak keliling dusun dan menjadi lambang kesejahteraan dan keberkahan yang diharapkan terus menaungi masyarakat Glodogan. Setelah prosesi kirab, gunungan diperebutkan oleh warga sebagai bentuk tradisi "ngalap berkah". Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.