Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Udara Jakarta Pagi Ini Tak Sehat Meski Kemarin Diguyur Hujan

📅 Selasa, 10 Sep 2024, 09:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Udara Jakarta Pagi Ini Tak Sehat Meski Kemarin Diguyur Hujan Doc: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Ket. Ilustrasi - Suasana deretan gedung yang tersamar polusi di Jakarta Timur.

JAKARTA - Kualitas udara di Jakarta pada Selasa (10/9) pagi ini berdasarkan laman IQAir masuk kategori tidak sehat meski kemarin diguyur hujan bahkan menempati peringkat ke-6 kota dengan kualitas udara dan polusi terburuk di dunia.

Indeks Kualitas Udara (Air QualityIndex/ AQI) yang dipantau pada pukul 06.55 WIB berada di angka 137 dengan nilai konsentrasi partikel halus PM2.5 berada di angka 50 mikrogram per meter kubik.

Angka itu memiliki penjelasan dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama yaitu Baghdad, Iraq di angka 203, urutan kedua Lahore, Pakistan di angka 185, urutan ketiga Dubai, Uni Emirat Arab di angka 178, urutan keempat Kinshasa, Kongo-Kinshasa di angka 171, urutan kelima Kampala, Uganda di angka 158.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta sebelumnya meluncurkan platform perantau kualitas udara terintegrasi yang didukung 31 titik Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) tersebar di wilayah kota metropolitan tersebut.

Dari SPKU tersebut, kemudian data yang diperoleh ditampilkan melalui platform pemantau kualitas udara. Hal ini dibuat sebagai penyempurnaan dari yang sudah ada sebelumnya dan sesuai dengan standar yang berlaku secara nasional.

Laman ini juga menampilkan data dari 31 SPKU di Jakarta yang mengintegrasikan data dari SPKU milik DLH Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), World Resources Institute (WRI) Indonesia dan Vital Strategies.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.