Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lebih dari 90 Negara Bahas Cetak Biru Penggunaan AI dalam Militer

📅 Selasa, 10 Sep 2024, 00:03 WIB | Oleh:
Lebih dari 90 Negara Bahas Cetak Biru Penggunaan AI dalam Militer Doc: Sumber: BPS - kj/ones

SEOUL - Korea Selatan menyelenggarakan pertemuan puncak internasional pada Senin (9/9), untuk menetapkan cetak biru penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang bertanggung jawab di militer, meskipun diperkirakan kesepakatan yang dihasilkan tidak memiliki kekuatan mengikat untuk menegakkannya.

Dikutip dari The Straits Times, lebih dari 90 negara, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, telah mengirimkan perwakilan pemerintahan ke pertemuan puncak dua hari di Seoul, yang merupakan pertemuan kedua. Pertemuan puncak pertama diadakan di Amsterdam pada tahun 2023, di mana AS, Tiongkok, dan negara-negara lain mendukung ajakan bertindak yang sederhana tanpa komitmen hukum.

"Baru-baru ini, dalam perang Russia-Ukraina, pesawat tanpa awak Ukraina yang dilengkapi AI berfungsi sebagai ketapel David," kata Menteri Pertahanan Korea Selatan, Kim Yong-hyun, dalam pidato pembukaan. Ia merujuk pada upaya Ukraina untuk mendapatkan keunggulan teknologi melawan Russia dengan meluncurkan pesawat tanpa awak berteknologi AI, dengan harapan pesawat tersebut akan membantu mengatasi gangguan sinyal serta memungkinkan kendaraan udara tak berawak untuk bekerja dalam kelompok yang lebih besar.

"Seiring AI diterapkan pada ranah militer, kemampuan operasional militer meningkat drastis. Namun, AI ibarat pedang bermata dua, karena dapat menimbulkan kerusakan akibat penyalahgunaan," ujar Kim.

Hukum Internasional

Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cho Tae-yul, mengatakan diskusi akan mencakup bidang-bidang seperti tinjauan hukum untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum internasional dan mekanisme untuk mencegah senjata otonom membuat keputusan hidup dan mati tanpa pengawasan manusia yang tepat.

"KTT Seoul berharap untuk menyetujui cetak biru tindakan, menetapkan tingkat minimum pagar pembatas untuk AI di militer dan menyarankan prinsip-prinsip tentang penggunaan yang bertanggung jawab dengan mencerminkan prinsip-prinsip yang ditetapkan organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara, NATO (North Atlantic Treaty Organization), AS atau sejumlah negara lain," kata seorang pejabat senior Korea Selatan.

Tidak jelas berapa banyak negara yang menghadiri pertemuan puncak tersebut yang akan mendukung dokumen pada 10 September, yang bertujuan menjadi upaya lebih rinci untuk menetapkan batasan penggunaan AI di militer, tetapi kemungkinan masih kekurangan komitmen hukum. KTT tersebut bukan satu-satunya rangkaian diskusi internasional tentang penggunaan AI di militer. Negara-negara PBB yang tergabung dalam Konvensi 1983 tentang Senjata Konvensional Tertentu sedang membahas potensi pembatasan pada sistem senjata otonom yang mematikan demi mematuhi hukum humaniter internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Atlet Angkat Besi Saatnya Unjuk Kekuatan di Asian Games

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Atlet Angkat Besi Saatnya U...
Megapolitan
Enam Desa Wisata Ditetapkan...
Advertisement
Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

Pascabanjir Arosuka, Operasional AKAP di Terminal Tipe A Bareh Solok Tetap Berjalan Normal

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.