Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Jangan 'Jumawa' Saat Lawan Australia

📅 Selasa, 10 Sep 2024, 07:03 WIB | Oleh:
Indonesia Jangan 'Jumawa' Saat Lawan Australia Doc: ANTARA/Fakhri Hermansyah
Ket. Timnas Indonesia akan menghadapi Australia I Para pemain Timnas Indonesia mengikuti sesi latihan di Stadion Madya, Kompleks GBK, Jakarta Pusat, Minggu (8/9). Latihan tersebut sebagai persiapan Timnas Indonesia jelang menghadapi Australia di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada Selasa (10/9) di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

JAKARTA - Indonesia berharap mampu menundukkan Australia dalam laga kedua putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Skuad Garuda menjamu Australia di Stadion Utama, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (10/9). Indonesia sukses menahan imbang Arab Saudi. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan diri pemain, namun tidak boleh jumawa (kepercayaan diri berlebihan) karena akan menjadi bumerang.

Setelah satu pertandingan, tuan rumah berada di posisi ketiga dengan satu poin dalam grup berisi enam tim. Di sisi lain, tim tamu berada di posisi kelima tanpa poin setelah kalah 1-0 dari Bahrain pada 5 September lalu.

Indonesia bermain imbang 1-1 melawan Arab Saudi di laga pertama. Tim asuhan Shin Tae-yong berhasil menahan imbang Arab Saudi, meski hanya memiliki 34 persen penguasaan bola dan harus bertahan dalam jangka waktu lama.

Arab Saudi menghasilkan 18 tembakan, hanya empat yang tepat sasaran. Hanya menciptakan dua peluang besar. Indonesia melepaskan delapan tembakan dan dua percobaan tepat sasaran. Meski demikian, Shin Tae-Yong harus berbenah karena tim asuhannya gagal menghasilkan peluang besar.

Hasil imbang tersebut berarti Skuad Garuda hanya kalah sekali dalam enam pertandingan terakhir kualifikasi Piala Dunia AFC. Indonesia menang tiga kali dan seri dua kali. Namun, performa kandang Indonesia mengkhawatirkan. Ini terutama karena hanya menang dua kali, seri sekali, dan kalah lima kali dalam delapan pertandingan kandang terakhir.

Australia menatap laga kontra Indonesia setelah kalah mengejutkan dari Bahrain, yang berada di peringkat 80 FIFA, 56 peringkat lebih rendah dari Australia. The Socceroos (julukan timnas Australia) memiliki 71 persen penguasaan bola dan membatasi Bahrain hanya dengan satu tembakan tepat sasaran. Tapi Australia kalah akibat gol bunuh diri Harry Souttar menit ke-89.

Pelatih Graham Arnold mungkin bisa beralasan bahwa tim asuhannya bermain dengan 10 orang setelah Kusini Yengi diusir keluar lapangan menit ke-77. Namun, ini tidak menghapus kegagalan Australia untuk memanfaatkan dominasi.

Sebelum kekalahan tersebut tim asuhan Arnold memenangkan empat pertandingan dan mencetak 14 gol tanpa kebobolan. Australia hanya kalah dua kali dari 14 pertandingan terakhir. Dia menang 11 kali dan seri sekali.

Rekor tandang Socceroos juga impresif. Dia menang lima pertandingan tandang terakhir dan menjaga lima clean sheet. Indonesia kemungkinan akan bermain tanpa gelandang Thom Haye, yang digantikan oleh Marselino Ferdinan menit ke-56 saat laga kontra Arab Saudi karena cedera. Ivar Jenner bisa bergabung dengan Marselino di lini tengah. Sedangkan Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Calvin Verdonk mungkin akan berada di lini pertahanan bersama kiper Maarten Paes.

Di kubu Australia, Mitchell Duke mungkin akan menggantikan Kusini Yengi yang diskors. Sedangkan Martin Boyle dan Craig Goodwin bisa beroperasi sebagai pemain sayap. Aiden O'Neill dan Jackson Irvine mungkin akan bermain di lini tengah bersama Connor Metcalfe.

Bakal Sengit

Hasil laga pertama membuat kondisi psikologis kedua tim bertolak belakang. Kondisi ini membuat laga diprediksi bakal berlangsung sengit. Meski Indonesia mengantongi modal bagus dan bakal didukung puluhan ribu suporter di kandang, pengamat sepak bola nasional Gusnul Yakin berharap Skuad Garuda menghindari rasa percaya diri berlebihan.

"Indonesia punya banyak keuntungan moril melawan Australia. Ini bisa membuat kepercayaan diri pemain meningkat. Mereka boleh percaya diri, tapi jangan berlebihan," ujarnya.

Dia memprediksi Australia pasti bangkit di Jakarta untuk menebus kekalahan dari Bahrain. "Bagaimanapun kondisi psikologis mereka, Australia tetap punya harga diri. Materi pemain mumpuni. Rekor kemenangan atas Indonesia akan membuat Australia juga percaya diri," sambungnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.