Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ribuan Warga Rohingya Kabur ke Bangladesh

📅 Kamis, 05 Sep 2024, 02:55 WIB | Oleh:
Ribuan Warga Rohingya Kabur ke Bangladesh Doc: AFP/Munir UZ ZAMAN
Ket. Pengungsi Rohingya l Dua remaja Rohingya sedang membawa ember berisi air bersih di kamp pengungsi Nayapara di Bangladesh pada November lalu. Pada Rabu (4/9) pejabat Bangladesh melaporkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir ribuan warga Rohingya telah melarikan diri ke negaranya.

DHAKA - Sekitar 8.000 warga Muslim Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah Bangladesh sebelumnya tidak memberikan perkiraan berapa banyak warga Rohingya yang telah menyeberang dalam beberapa bulan terakhir.

"Mereka kabur dari meningkatnya kekerasan di Negara Bagian Rakhine di Myanmar barat," kata kata Mohammad Shamsud Douza, seorang pejabat senior yang bertanggung jawab atas pengungsi di pemerintahan Bangladesh pada Rabu (4/9).

"Kami memiliki informasi bahwa sekitar 8.000 warga Rohingya menyeberang ke Bangladesh baru-baru ini, sebagian besar selama dua bulan terakhir. Bangladesh sudah kewalahan dan tidak mampu menampung lebih banyak warga Rohingya," imbuh dia.

Kaburnya warga Rohingya ini karena meningkat kekerasan di Rakhine seiring terus memburuknya pertempuran antara junta militer Myanmar yang berkuasa dan Tentara Arakan, milisi etnis terkuat yang berasal dari mayoritas penganut Buddha.

Pemerintah Bangladesh akan mengadakan diskusi serius di kabinet dalam dua hingga tiga hari ke depan untuk mengatasi krisis tersebut, menteri luar negeri de facto Bangladesh, Mohammad Touhid Hossain, mengatakan kepada wartawan pada Selasa (3/9) malam.

Sambil menyatakan simpati terhadap Rohingya, Menlu Hossain mengatakan negaranya saat ini tidak lagi memiliki kapasitas untuk menyediakan tempat berlindung kemanusiaan bagi pengungsi tambahan.

"Tidak mungkin untuk menutup perbatasan sepenuhnya," kata dia, seraya menambahkan bahwa berbagai upaya akan dilakukan untuk mencegah infiltrasi lebih lanjut.

Desak Pemerintah

Pada 25 Agustus lalu puluhan ribu pengungsi Rohingya di Bangladesh menggelar unjuk rasa di kamp-kamp untuk menandai peringatan tujuh tahun tindakan keras militer tahun 2017 yang memaksa mereka melarikan diri dari Myanmar dan menuntut diakhirinya kekerasan serta pemulangan dengan aman ke tanah air mereka.

Lebih dari satu juta warga Rohingya saat ini tinggal di kamp-kamp yang penuh sesak di Bangladesh selatan, dengan sedikit harapan untuk kembali ke Myanmar, di mana mereka sebagian besar ditolak kewarganegaraannya dan hak-hak dasar lainnya.

Lonjakan kekerasan baru-baru ini merupakan yang terburuk yang pernah dihadapi warga Rohingya sejak kampanye yang dipimpin militer Myanmar tahun 2017, yang digambarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki niat genosida.

Warga Rohingya yang baru-baru ini melarikan diri ke Bangladesh telah mendesak pemerintah setempat untuk menyediakan tempat berlindung bagi mereka.

Pada Agustus, Menlu Hossain mengatakan bahwa Bangladesh tidak dapat menerima lebih banyak pengungsi Rohingya dan meminta India dan negara lain untuk mengambil tindakan yang lebih besar. Ia juga mendesak masyarakat internasional untuk memberikan tekanan lebih besar kepada Tentara Arakan agar menghentikan serangan terhadap warga Rohingya di Negara Bagian Rakhine. ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
7 Negara OPEC+ Sepakat Pert...
Megapolitan
Udara Jakarta Tak Kunjung M...
Ekonomi
Rupiah Berisiko Melemah - 0...
Rona
Tips Menabung Emas Batangan...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.