Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

8 Kecamatan Bekasi Krisis Air Bersih

📅 Rabu, 04 Sep 2024, 03:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
8 Kecamatan Bekasi Krisis Air Bersih Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. BPBD Kabupaten Bekasi mendistribusikan bantuan air bersih di Desa Sukamuti, Kecamatan Bojongmangu pada Senin (2/9).

BEKASI - Sebanyak delapan kecamatan Kabupaten Bekasi mengalami krisis air bersih karena terdampak kekeringan. "Total ada 29 desa di delapan kecamatan alami kekeringan dan mengalami krisis air bersih," tutur Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, Selasa.

Dia menyatakan wilayah terdampak kekeringan meliputi Kecamatan Sukawangi, Babelan, Muaragembong, Cabangbungin, Pebayuran, Karangbahagia, Bojongmangu, dan Cibarusah. Dari delapan kecamatan tersebut, Kecamatan Sukawangi dan Cibarusah menjadi wilayah terluas yang mengalami krisis air bersih.

Di Kecamatan Sukawangi tercatat tujuh desa krisis air bersih. Sedangkan di Kecamatan Cibarusah juga ada tujuh desa yang krisis air bersih. "Kami terus mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah terdampak kekeringan," katanya.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi menuturkan air bersih sudah tersalurkan sebanyak 246.000 liter untuk membantu masyarakat terdampak kekeringan selama periode masa tanggap darurat bencana. Tanggap darurat sejak 30 Agustus sampai 12 September.

BPBD Kabupaten Bekasi, Senin, mendistribusikan 58.000 liter air bersih ke berbagai desa yang mengalami krisis air bersih. Ada 10.000 liter untuk masyarakat Desa Sukawangi dan Desa Sukakerta di Kecamatan Sukawangi.

Kemudian 10.000 liter air bersih untuk masyarakat Desa Jayasakti, Kecamatan Muaragembong. Ditambah 10.000 liter air bersih untuk Desa Setialaksana dan Desa Jayabakti di Kecamatan Cabangbungin.

Distribusi air bersih juga disalurkan untuk warga Desa Huripjaya dan Desa Bunibakti di Kecamatan Babelan sebanyak 10.000 liter. Lalu 20.000 liter air bersih disalurkan kepada masyarakat Desa Medalkrisna dan Desa Sukamukti, Kecamatan Bojongmangu. "Distribusi air bersih kami lanjutkan di wilayah-wilayah lain terdampak kekeringan berstatus krisis air bersih," jelas Dodi.

Sawah Kering

Selain permukiman, kekeringan juga terjadi di sawah. Tak kurang dari 4.200 hektare lahan persawahan Kabupaten Bekasi mengalami kekeringan. "Lahan pertanian terancam kekeringan tersebar di 99 desa, dalam 20 kecamatan," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Abdillah Majid.

Dia mengatakan lahan pertanian di Kecamatan Tambelang menjadi wilayah terdampak kekeringan terluas dengan 518 hektare yang tersebar di tujuh desa. Disusul Kecamatan Sukakarya dengan 494 hektare di tujuh desa.

Kondisi serupa juga terjadi pada areal pertanian di Kecamatan Karangbahagia. Sebanyak 492 hektare lahan sawah petani yang tersebar di tujuh desa wilayah itu turut terancam kekeringan. Kemudian Kecamatan Kedungwaringin seluas 475 hektare tersebar di enam desa, 444 hektare di sembilan desa se-Kecamatan Babelan. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

25 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

34 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.