Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hilmar Farid: Penting Bangun SDM Berkualitas dengan Identitas Indonesia

24 Selasa, 03 Sep 2024, 21:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hilmar Farid: Penting Bangun SDM Berkualitas dengan Identitas Indonesia Hilmar Farid: Penting Bangun SDM Berkualitas dengan Identitas Indonesia Doc: Instagram

JAKARTA - Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hilmar Farid, menyampaikan pentingnya membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dengan identitas Indonesia jika pemerintahan baru serius menginginkan pembentukan Kementerian Kebudayaan.

"Kalau kita perhatikan diskusi di tingkat global itu, satu hal yang hilang atau terlewat yaitu identitas Indonesia, jadi bagaimana menciptakan orang-orang dengan keterampilan yang tinggi tetapi rasa Indonesia dan identitas kebangsaannya kuat, dan itu tugas kalau Kementerian Kebudayaan berdiri, nomor satu itu, harus bisa dicapai dan menjadi indikator kinerja utamanya," kata Hilmar dalam diskusi publik di M Bloc Space, Jakarta, Senin (2/9).

Ia mencontohkan, Kemendikbudristek memiliki program profil pelajar Pancasila dengan enam ciri yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkebhinnekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

"Silakan berdiskusi apakah ini perwujudan yang diharapkan atau tidak, tetapi poinnya adalah kita perlu manusia-manusia yang siap menghadapi berbagai macam tantangan global itu dengan akar Indonesia," ucap dia.

Menurut Hilmar, untuk mempersatukan kebudayaan Indonesia perlu satu kata kunci, yakni imajinasi. "Satu kata kunci untuk bisa merangkum dan mengikat masyarakat kita dalam kesatuan itu imajinasi. Patung Sudirman kasihan sekali, berdiri di jalan yang dilalui jalan setiap hari dan tidak ada orang memperhatikan. Cipto Mangunkusumo diingat sebagai apa? Halte bus, itu fakta, sekarang ini civic imagination (imajinasi masyarakat) kita tipis," ujar dia.

Hilmar menegaskan, imajinasi perlu terus diperbarui untuk menghubungkan masa lalu, masa kini, dan bayangan tentang masa depan.

"Tentu ini tidak mudah, satu kata kunci kalau kita belajar dari sejarah, Indonesia ini luas, 6.600 pulau berpenghuni, 17 ribu seluruhnya, punya 1.100 suku bangsa, kita berbicara dalam 700 bahasa yang berbeda, punya begitu banyak sejarah panjang yang bervariasi dan beragam, perlu menarasikan itu dan menjadikannya sebagai imajinasi," tutur dia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.