Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekspor Papua Barat pada Juli 2024 Meningkat 37,29 Persen

📅 Selasa, 03 Sep 2024, 00:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekspor Papua Barat pada Juli 2024 Meningkat 37,29 Persen Doc: ANTARA/Fransiskus Salu Weking
Ket. Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Papua Barat Merry saat konferensi pers di Manokwari.

Manokwari - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat mencatat realisasi ekspor pada periode Juli 2024 mencapai 436,45 juta dolar AS atau mengalami peningkatan sebesar 37,29 persen (mtm).

Kepala BPS Papua Barat Merry di Manokwari, Senin, mengatakan ekspor minyak dan gas (migas) dengan komoditas bahan bakar mineral menyumbang 99,15 persen atau 432,74 juta dolar AS dari total ekspor.

"Sisanya disumbang oleh komoditas non minyak dan gas (migas) dengan nilai 3,71 juta dolar AS atau 0,85 persen dari total ekspor," ujar Merry.

Ia menjelaskan nilai ekspor migas meningkat 36,59 persen (mtm) atau 115,93 juta dolar AS jika dibandingkan dengan periode Juni 2024 yang tercatat 316,82 juta dolar AS.

Kinerja ekspor komoditas non migas juga tumbuh positif 237,14 persen (mtm) atau 2,61 juta dolar AS dibanding realisasi ekspor pada bulan sebelumnya yaitu 1,10 juta dolar AS.

"Baik ekspor migas maupun non migas sama-sama mengalami pertumbuhan yang positif," kata Merry.

Merry menyebut ada tiga negara menjadi tujuan ekspor terbesar, yaitu Tiongkok senilai 181,07 juta dolar AS, Jepang 123,51 juta dolar AS, dan Korea Selatan 123,47 juta dolar AS.

Negara lain yang juga menjadi pangsa ekspor Papua Barat pada Juli 2024, meliputi Meksiko, Hongkong, Papua Nugini, Timor Leste, Amerika Serikat, Thailand, dan Malaysia.

"Ekspor ke negara-negara kawasan Asia lebih banyak. Tiongkok sebanyak 41,49 persen, Jepang 28,30 persen, dan Korea Selatan 28,29 persen," ucap Merry.

Selama periode Juli 2024, kata dia, impor Papua Barat tercatat sebanyak 6,45 juta dolar AS yang berasal dari tiga negara yakni Australia 98,76 persen, Jepang 1,08 persen, dan Polandia 0,15 persen.

Adapun komoditas yang diimpor dari tiga negara tersebut ke Papua Barat hanya komoditas non migas, seperti perangkat optik dan peralatan mesin atau pesawat mekanik.

"Dari Januari-Juli 2024, total ekspor 2.074,83 juta dolar AS dan impor 14,20 juta dolar AS. Dengan demikian neraca perdagangan Papua Barat surplus," kata Merry.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.