Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Kenalkan Teknologi TRIGRS untuk Kurangi Risiko Tanah Longsor

📅 Senin, 02 Sep 2024, 15:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
BRIN Kenalkan Teknologi TRIGRS untuk Kurangi Risiko Tanah Longsor Doc: ANTARA/AstridFaidlatulHabibah
Ket. Logo Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, Jumat (3/2/2023).

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengenalkan teknologi sistem informasi pendeteksi tanah TRIGRSsebagai upaya dalam mengurangi risiko bencana tanah longsor.

"TRIGRS merupakan sebuah aplikasi untuk mengetahui parameter yang memengaruhi kestabilan lereng, sehingga datanya dapat dimanfaatkan untuk mengetahui kerentanan tanah di suatu daerah," kata Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Khori Sugianti melalui keterangan di Jakarta, Senin (2/9).

Khori menjelaskan TRIGRS adalah pengembangan dari perangkat lunak buatan Lembaga Geologi Amerika Serikat (USGS), yang kemudian dikembangkan lebih lanjut melalui kolaborasi dengan BRIN.

Melalui teknologi tersebut, ia memaparkan pemodelannya menunjukkan adanya pengaruh yang diciptakan oleh intensitas curah hujan terhadap kestabilan lereng.

"Pemodelan TRIGRS menunjukkan bahwa kenaikan intensitas curah hujan dapat memengaruhi kestabilan lereng, dengan adanya perubahan kestabilan lereng stabil menjadi lereng labil dan penurunan nilai faktor keamanan. Kami melakukan penelitian di daerah Lembang dan sekitarnya," ungkapnya.

Khori menilai model TRIGRS cukup baik dalam memprediksi kestabilan lereng akibat hujan pada area rawan longsor, sebab data inventaris kejadian longsor merupakan faktor yang berpengaruh pada keberhasilan model TRIGRS dalam proses validasi model.

Oleh karenanya, ia berharap temuannya tersebut bisa menjadi pertimbangan pemangku kepentingan terkait di wilayah rawan bencana tanah longsor, khususnya di Lembang, Jawa Barat di tempat penelitiannya tersebut.

"Kami sangat berharap kolaborasi dengan berbagai pihak di daerah Lembang dan sekitarnya, seperti pemerintah daerah dan instansi terkait, untuk dapat mengimplementasikan inovasi ini sebagai bentuk mitigasi bencana longsor di kemudian hari," ujar Khori.

Terkait hal tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Anne Hermadianne Adnan menyambut baik upaya kerja sama tersebut, sebab Jawa Barat merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi bencana cukup tinggi.

"Harapannya, kegiatan kolaborasi ini dapat menjadi salah satu cara memitigasi agar pada saat bencana akan mencapaizero victim," ucap Anne.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.