Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Keluarkan Peringatan 8 Kabupaten di NTB Berstatus Siaga Kekeringan

📅 Senin, 02 Sep 2024, 10:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Keluarkan Peringatan 8 Kabupaten di NTB Berstatus Siaga Kekeringan Doc: ANTARA/Akhyar Rosidi
Ket. Sebuah bukit di wilayah NTB terlihat kering pada musim kemarau 2024.

MATARAM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 8 kabupaten/kota dari 10 daerah di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berstatus siaga kekeringan pada musim kemarau 2024.

"Potensi kekeringan semakin meluas di wilayah NTB," kata Prakirawan BMKG NTB Nindya Kirana melalui keterangan tertulisnya di Mataram, Senin (2/9).

Adapun 8 wilayah yang masuk dalam level siaga kekeringan di antaranya di Kabupaten Dompu (Kecamatan Pajo), Kabupaten Bima (Kecamatan Soromandi, Tambora), Kota Mataram (Kecamatan Mataram), Lombok Barat (Kecamatan Sekotong).

Kemudian Lombok Tengah (Kecamatan Pujut), Lombok Timur (Kecamatan Jerowaru, Pringgabaya), Sumbawa (Kecamatan Moyo Hulu) dan Sumbawa Barat (Kecamatan Maluk).

"Level awas di Lombok Timur (Kecamatan Swela), Kabupaten Bima (Kecanatan Belo, Palibelo, Sape)," katanya.

Sementara itu untuk level waspada terdapat di Kabupaten Dompu (Kecamatan Dompu, Huu, Kempo, Kilo, Manggalewa, Woja), Kabupaten Bima (Kecamagan Bolo, Lambu, Madapangga, Sanggar).

Kota Bima (Kecamatan Raba), Lombok Barat (Kecamatan Batu Layar, Gerung, Kediri, Lembar), Lombok Tengah (Kecamatan Janapria, Praya, Praya Tengah).

Selain itu, Kabupaten Lombok Timur (Kecamatan Aikmel, Labuhan Haji, Sakra Barat, Sambelia, Sembalun, Sukamulia), Lombok Utara (Kecamatan Bayan, Gangga, Kayangan, Pemenang, Tanjung).

Kabupaten Sumbawa (Kecamatan Alas, Buer, Empang, Labangka, Labuhan Badas, Moyo Utara, Orong Telu, Rhee, Sumbawa, Unter Iwes, Utan) dan Sumbawa Barat (Kecamatan Brang Ene, Brang Rea, Jereweh, Poto Tano, Seteluk).

"Dampak dari kejadian hari kering berturut-turut dengan indikator hari tanpa hujan dengan potensi waspada, siaga dan awas terjadi di 10 daerah di NTB," katanya.

Pada dasarian I September 2024 potensi hujan di wilayah NTB sangat rendah. Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang (>20mm/dasarian) terjadi di sebagian besar wilayah NTB, terutama di bagian timur, masih menunjukkan peluang curah hujan rendah (

"Namun, di pulau Lombok bagian barat, terdapat wilayah dengan peluang curah berkisar antara 30 - 40 persen," katanya.

Saat ini seluruh wilayah NTB masih dalam periode musim kemarau, sehingga warga NTB dihimbau agar dapat menggunakan air secara bijak, efektif dan efisien.

Masyarakat juga perlu mewaspadai akan terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan yang umumnya terjadi pada periode puncak musim kemarau.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.