Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banyak Negara Masih Jauh dalam Capai Tujuan Pendanaan COP29

📅 Senin, 02 Sep 2024, 00:03 WIB | Oleh:
Banyak Negara Masih Jauh dalam Capai Tujuan Pendanaan COP29 Doc: ISTIMEWA
Ket. Pemanasan Global

BRUSSELS - Dengan waktu kurang dari tiga bulan hingga negosiasi iklim PBB COP-29 2024, negara-negara masih jauh dari kesepakatan mengenai tugas terbesar KTT tersebut yaitu menyetujui target pendanaan baru untuk membantu negara-negara berkembang mengatasi perubahan iklim.

Dikutip dari The Straits Times, sebuah dokumen negosiasi yang diterbitkan badan iklim PBB pada hari Kamis (29/8), memaparkan perpecahan antara negara-negara, menjelang pertemuan di Baku pada bulan September, di mana para negosiator akan mencoba untuk maju sedikit demi sedikit dari beberapa isu yang paling sensitif.

Dokumen tersebut mengusulkan tujuh opsi, yang mencerminkan posisi bersaing negara-negara, untuk kemungkinan kesepakatan COP-29. Target baru tersebut akan menggantikan komitmen negara-negara kaya saat ini untuk menyediakan 100 miliar dollar AS setiap tahun dalam bentuk pendanaan iklim bagi negara-negara berkembang.

Negara-negara yang rentan dan berkembang menginginkan target pendanaan yang jauh lebih besar. Negara-negara donor seperti Kanada dan 27 negara anggota Uni Eropa mengatakan anggaran nasional yang terbatas berarti lonjakan besar dalam pendanaan publik tidak realistis.

"Kita telah menempuh jalan panjang, tetapi masih jelas ada posisi-posisi berbeda yang perlu kita jembatani," kata Presiden KTT COP-29 mendatang, Mukhtar Babayev.

Negosiasi Intensif

Babayev, yang merupakan menteri ekologi dan sumber daya alam Azerbaijan, mengatakan kepemimpinan COP-29 akan menyelenggarakan negosiasi intensif mengenai tujuan keuangan menjelang pertemuan puncak COP-29 di Baku pada bulan November.

Salah satu opsi dalam dokumen tersebut menetapkan target bagi negara-negara maju untuk menyediakan 441 miliar dollar AS setiap tahun dalam bentuk hibah, dikombinasikan dengan tujuan untuk memobilisasi total pendanaan sebesar 1,1 triliun dollar AS dari semua sumber, termasuk keuangan swasta, setiap tahun mulai tahun 2025 hingga 2029.

Pilihan itu mencerminkan posisi negara-negara Arab. Pilihan lain, yang mencerminkan sikap negosiasi Uni Eropa, menetapkan target pendanaan iklim global lebih dari satu triliun dollar AS setiap tahun, termasuk investasi domestik negara-negara dan pendanaan swasta, di dalamnya akan ada jumlah yang lebih kecil yang disediakan oleh negara-negara dengan emisi gas rumah kaca dan kemampuan ekonomi yang tinggi.

Uni Eropa telah menuntut agar Tiongkok pencemar terbesar di dunia dan ekonomi terbesar kedua, berkontribusi terhadap tujuan pendanaan iklim yang baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.