Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Blok Pasifik Hapus Taiwan dari Dokumen Setelah Dikecam Tiongkok

📅 Minggu, 01 Sep 2024, 15:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Blok Pasifik Hapus Taiwan dari Dokumen Setelah Dikecam Tiongkok Doc: CNA/AFP/Katalina Siasau
Ket. (Kiri ke kanan) Pemimpin Kepulauan Pasifik, Perdana Menteri Kepulauan Cook Mark Brown, Perdana Menteri Kepulauan Solomon Jeremiah Manele, Perdana Menteri Tonga Hu'akavameiliku dan Sekretaris Jenderal Forum Kepulauan Pasifik Baron Waqa, pada pertemuan puncak regional di Nuku'alofa, Tonga, 30 Agustus 2024.

NUKU'ALOFA - Deklarasi bersama para pemimpin Pasifik diterbitkan kembali Sabtu (31/8) pagi dengan menghilangkan penyebutan Taiwan setelah Tiongkok mengecam versi sebelumnya sebagai "kesalahan" yang "harus diperbaiki".

Setelah lima hari perundingan di Tonga, sebuah komunike "yang disetujui" dirilis pada hari Jumat (30/8) yang menegaskan kembali perjanjian berusia 30 tahun yang memungkinkan Taiwanuntuk mengambil bagian dalam Forum Kepulauan Pasifik.

Namun kata-kata itu langsung membangkitkan kemarahan diplomat Tiongkok, yang memberikan tekanan kepada para pemimpin Pasifik untuk mengubah dokumen tersebut.

Forum tersebut menerbitkan kembali komunike tersebut tanpa penjelasan pada Sabtu pagi, dengan jelas menghapus paragraf mengenai "hubungan blok tersebut dengan Taiwan".

"Ini pasti sebuah kesalahan. Ini pasti sebuah kesalahan," kata utusan khusus Tiongkok untuk kepulauan Pasifik, Qian Bo, kepada wartawan, Jumat.

"Ini adalah kesalahan mengejutkan yang dilakukan seseorang. Saya tidak yakin, tetapi saya rasa ini harus diperbaiki."

Qian sebelumnya mengatakan telah menghubungi sekretariat blok tersebut dengan harapan dapat mengklarifikasi situasi.

"Ini seharusnya bukan komunike final, mesti ada koreksi pada teksnya."

Paragraf asli -- berjudul "Hubungan denganTaiwan/Republik Tiongkok" -- mengatakan para pemimpin telah "menegaskan kembali" keputusan tahun 1992 yang membuka jalan bagi partisipasiTaiwandalam forum tersebut.

Beijing secara agresif berupaya mengecualikanTaiwan-- pulau yang memiliki pemerintahan sendiri dengan penduduk lebih dari 23 juta orang -- dari badan internasional dan menolak otonominya.

Kepulauan Solomon, mitra utama Tiongkok di Pasifik Selatan, telah melobi agarTaiwandicabut status "mitra pembangunannya" melalui Forum Kepulauan Pasifik (PIF).

Seorang juru bicara kementerian luar negeri Selandia Baru mengatakan kepada AFP pada hari Sabtu bahwa belum ada konsensus mengenai paragraf yang dimaksud.

"Ada berbagai pandangan di antara 18 anggota Forum Kepulauan Pasifik dan bagian dari cara Pasifik adalah menghormati pandangan yang berbeda dan pentingnya konsensus," juru bicara itu menambahkan dalam sebuah pernyataan.

Seorang juru bicara PIF tidak membalas permintaan komentar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.