Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Prihatin Fasilitas Nuklir Ukraina dan Russia

📅 Jumat, 30 Agu 2024, 02:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB Prihatin Fasilitas Nuklir Ukraina dan Russia Doc: AFP/Cris BOURONCLE
Ket. Asisten Sekjen PBB untuk Eropa, Asia Tengah, dan Amerika, Miroslav Jenca

NEW YORK - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan kekhawatiran terhadap insiden yang terjadi di sekitar fasilitas nuklir di Ukraina dan Russia di tengah konflik yang berlangsung. Kekhawatiran itu diungkapkan oleh Asisten Sekretaris Jenderal untuk Eropa, Asia Tengah, dan Amerika, Miroslav Jenca, pada Rabu (28/8).

"Kami merasa prihatin terhadap insiden yang dilaporkan di sekitar fasilitas nuklir di Ukraina dan Russia," kata Jenca dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai Ukraina.

"Tiga puluh bulan setelah invasi besar-besaran Russia ke Ukraina, penderitaan manusia terus memburuk di tengah laporan yang mengkhawatirkan tentang serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil, termasuk fasilitas nuklir," imbuh Jenca.

Sejak invasi besar-besaran Russia pada 24 Februari 2022, kantor hak asasi manusia PBB, OHCHR, telah mendokumentasikan 11.662 pembunuhan warga sipil dan 24.207 cedera. Angka sebenarnya bisa lebih tinggi.

"Tragisnya, angka-angka ini terus bertambah karena misil, peluru kendali, dan pesawat tanpa awak, terus menghantam kota-kota besar, kecil, dan desa-desa di seluruh Ukraina setiap hari," kata Jenca seraya menyuarakan keprihatinannya atas dampak penyebaran pertempuran terhadap warga sipil di wilayah Kursk, Belgorod, dan Bryansk di Russia.

"Serangan-serangan ini dilarang oleh hukum humaniter internasional. Serangan-serangan ini harus segera dihentikan. Kami mendesak semua pihak untuk bertindak secara bertanggung jawab dan memastikan perlindungan warga sipil,"ucap dia seperti dilansir laman un.org.

Dalam laporannya, Jenca juga menyatakan bahwa PBB menyambut kunjungan Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, dan timnya ke Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Kursk, imbuh dia.

Pada Selasa (27/8), Grossi mengunjungi PLTN Kursk atas undangan Presiden Russia, Vladimir Putin, setelah percobaan serangan drone Ukraina yang menargetkan pembangkit listrik tenaga nuklir tersebut.

Grossi mengatakan bahwa menyerang pembangkit listrik tenaga nuklir manapun adalah tindakan yang tidak dapat diterima.

Pada Rabu, otoritas setempat mengumumkan pembatasan akses ke Kurchatov, kota tempat PLTN Kursk berada, di tengah invasi yang sedang berlangsung oleh Ukraina di wilayah Kursk.

Seruan Perdamaian

Dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Rabu, Miroslav Jenca juga mengatakan bahwa kehancuran mengerikan yang timbul akibat perang Russia-Ukraina tidak bisa dinormalkan dan ia pun menyerukan perdamaian.

"Pada Sabtu, 24 Agustus lalu, Ukraina memperingati hari ulang tahun kemerdekaan ke-33. Selama lebih dari 30 bulan terakhir, jutaan warga Ukraina telah menyaksikan kematian yang tak terbayangkan sebelumnya, dan kehancuran," kata Jenca.

"Hari itu juga ditandai dengan dua setengah tahun invasi Russia ke Ukraina, pelanggaran terang-terangan atas Piagam PBB dan hukum internasional. Pada kesempatan ini kami menegaskan kembali komitmen PBB pada kedaulatan, kemerdekaan dan integritas teritorial Ukraina," imbuh dia. Ant/Sputnik/AP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.