Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Bekasi Bangun Kolam Retensi untuk Cegah Banjir

📅 Kamis, 29 Agu 2024, 16:59 WIB | Oleh:
Pemkab Bekasi Bangun Kolam Retensi untuk Cegah Banjir Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Penjabat Bupati Bekasi Dedy Supriyadi (ketiga dari kiri) bersama jajaran meninjau pembangunan kolam retensi di Perumahan Pesona Ciantra, Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan, Kamis.

KABUPATEN BEKASI - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat membangun kolam retensi di Desa Ciantra, Kecamatan Cikarang Selatan sebagai upaya pencegahan terhadap musibah banjir di wilayah itu.Penjabat Bupati Bekasi Dedy Supriyadi mengatakan pembangunan infrastruktur tersebut merupakan langkah konkret guna mengatasi permasalahan banjir dengan mengoptimalkan lahan terbuka sebagai daerah resapan untuk mengurangi luapan air saat tiba musim hujan."Warga di perumahan mengeluhkan banjir setiap terjadi hujan deras, selain itu kondisi di daerah ini juga cekung ke bawah, sehingga harus banyak serapan airnya," katanya di Cikarang, Kamis.Ia mengatakan, selain mengurangi luapan air saat debit sungai meningkat, kolam retensi ini juga berfungsi sebagai konservasi air karena mampu meningkatkan cadangan air tanah setempat."Hal ini merupakan salah satu upaya konkret kami mengatasi banjir sekaligus meningkatkan infrastruktur sumber daya air dengan konsep multifungsi di Kabupaten Bekasi," katanya. Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi Henri Lincoln mengatakan, kolam retensi ini memiliki spesifikasi luas 1.100 meter persegi dengan daya tampung mencapai 2.775 meter kubik air. Pembangunan infrastruktur ini ditargetkan selesai pada Desember 2024. Dengan daya tampung ini, air yang berasal dari perumahan akan dipompa menuju saluran Sungai Cikadu dan Kali Ulu. Ia menjelaskan konsep dasar dari kolam retensi adalah menampung volume air ketika debit maksimum di sungai datang. Kemudian secara perlahan mengalirkan kembali ke sungai ketika debit air sudah normal. "Kolam retensi kami bangun didasari adanya keluhan dari masyarakat yang mengatakan jika musim penghujan pasti banjir di sekitar wilayahnya," kata dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.