Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Luas Panen di Cilacap Capai 21.798 Hektare pada September

📅 Selasa, 27 Agu 2024, 09:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Luas Panen di Cilacap Capai 21.798 Hektare pada September Doc: ANTARA/Sumarwoto
Ket. Hamparan tanaman padi siap panen di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

CILACAP - Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Cilacap Budi Kuspriyatno memprediksi luas panen padi di Cilacap, Jawa Tengah, pada September 2024 mencapai 21.798 hektare.

"Dasarnya adalah angkat tanam dilakukan petani pada bulan Juni, sehingga panen pada September 2024," kata Budi Kuspriyatno di Cilacap, Selasa (27/8).

Sementara pada Agustus 2024 yang merupakan hasil angkat tanam pada Mei,luas panen diprediksi mencapai kisaran 12.055 hektare dan sebagian besar telah dipanen oleh petani.

Bahkan saat ini, lanjut dia, sebagian petani yang tidak terkendala aliran irigasi telah memulai olah lahan sebagai persiapan menanam padi untuk musim tanam pertama tahun 2024-2025.

Menurut dia, luas tanam padi pada bulan September diperkirakan sekitar 200 hektare.

"Kalau luas tanam pada bulan Agustus sekitar 6.000 hektare," katanya.

Ia mengakui saat sekarang tidak semua lahan sawah bisa ditanami padi karena adanya perbaikan saluran irigasi seperti di wilayah barat Cilacap.

Menurut dia, pada lahan tersebut sebenarnya sudah tersedia pompa air namun tidak ada air yang bisa dipompa.

"Kalau di wilayah timur, ada beberapa yang berhenti total karena enggak ada airnya seperti di Kecamatan Adipala, petani lebih memilih tanam palawija," kata Budi.

Kendati demikian, dia mengharapkan masa panen padi yang masih akan berlangsung hingga bulan September dapat mendukung ketahanan pangan di Cilacap.

Sementara bagi petani yang telah selesai panen dan lahannya teraliri irigasi teknis diimbau untuk segera olah lahan sebagai persiapan menghadapi musim tanam pertama tahun 2024-2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.