Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertamina Hadirkan Alat Pertanian Nol Emisi Karbon di Denpasar

📅 Senin, 26 Agu 2024, 00:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pertamina Hadirkan Alat Pertanian Nol Emisi Karbon di Denpasar Doc: ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Ket. Sales Area Manager Retail Bali Endo Eko Satryo (kiri) Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa (tengah) bersama kelompok petani Munduk Palak Subak Embung saat mencoba alat perontok padi menggunakan baterai di Kelurahan Peguyangan, Kota Denpasar, Minggu (25/8/2024)

Denpasar - Pertamina Patra Niaga melalui unit usahanya Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, Bali menghadirkan alat pertanian yang ramah lingkungan di Subak Sembung, Denpasar untuk mendukung target pemerintah mewujudkan nol emisi karbon pada 2060.

"Sebelumnya petani menggunakan bahan bakar solar," kata Sales Area Manager Retail Bali Endo Eko Satryo di sela penyaluran alat pertanian ramah lingkungan itu di Kelurahan Peguyangan, Kota Denpasar, Minggu.

Alat pertanian dengan inovasi nol emisi karbon itu yakni traktor dan mesin perontok padi bertenaga listrik yang diserahkan kepada kelompok petani di Munduk Palak, Subak Sembung, Denpasar Utara.

Ada pun energi hijau yang digunakan tersebut bersumber dari instalasi energi baru terbarukan yang dibangun pada 2023 melalui program inovasi "Siuma" di kawasan persawahan tersebut.

Energi baru terbarukan itu yakni panas matahari menjadi sumber Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan aliran air menjadi sumber Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

Ada pun PLTMH itu juga memanfaatkan limbah yang didaur ulang menjadi bermanfaat kembali yakni gulungan selang (hose reel) perusahaan.

Melalui panel surya dan mikro hidro tersebut menghasilkan energi listrik mencapai 9,6 kilowattpeak(kWp).

Kemudian energi listrik yang dihasilkan tersebut kemudian menjadi daya pada baterai yang dapat diisi ulang dan menjadi penggerak mesin pertanian tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar Anak Agung Gde Bayu Brahmasta mengapresiasi bantuan tersebut dan menjadikan program itu sebagai percontohan untuk pengelolaan pertanian mendatang.

"Inovasi tenaga listrik ini baru pertama kali. Kalau sebelumnya menggunakan BBM, sehingga ini juga tantangan kami untuk mengembangkan pertanian presisi seperti yang dilakukan Pertamina menggunakan teknologi," katanya.

Sementara itu, salah satu petani Made Sudiarta mengaku adanya inovasi itu memudahkan petani terutama efisiensi biaya dan tidak menimbulkan dampak polusi udara.

Ia juga mengaku tidak mengalami kendala karena pengoperasian mesin itu masih sama.

"Traktor dan mesin perontok padi ini membantu kami apalagi nanti lebih hemat biaya dan tidak repot lagi beli solar," katanya.

Penyerahan inovasi alat pertanian ramah lingkungan itu disaksikan langsung oleh Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, tokoh masyarakat dan jajaran di Kecamatan Denpasar Utara hingga Pemerintah Kota Denpasar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.