Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Khawatir Kekejaman Pada Rohingya Terulang

📅 Senin, 26 Agu 2024, 02:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB Khawatir Kekejaman Pada Rohingya Terulang Doc: AFP/Federico PARRA
Ket. Volker Turk

JENEWA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (23/8) lalu memperingatkan bahwa kekejaman serupa terhadap Rohingya seperti yang terjadi pada 2017 bisa terulang. Mereka juga mengungkapkan kekhawatiran mendalam tentang krisis kemanusiaan yang tengah menghantam Negara Bagian Rakhine.

Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kemerosotan tajam situasi di Myanmar, terutama di Rakhine. Ia menyatakan bahwa ratusan warga sipil dilaporkan tewas saat berusaha melarikan diri dari kekacauan pertempuran.

Sejak pemberontak Tentara Arakan menyerang pasukan junta militer Myanmar pada November, Rakhine diguncang oleh serangkaian aksi bentrokan. Serangan tersebut mengakhiri gencatan senjata yang diberlakukan sejak kudeta militer pada 2021.

Turk menyalahkan kedua belah pihak atas pelanggaran terhadap Rohingya, termasuk pembunuhan di luar hukum, penculikan, dan pengeboman kota-kota yang semena-mena.

Kelompok bersenjata etnis Arakan mengungkapkan bahwa mereka berusaha menguasai lebih banyak otonomi untuk penduduk etnis Rakhine di negara bagian tersebut, yang juga dihuni oleh sekitar 600.000 anggota minoritas Muslim Rohingya.

Pada 2017, ratusan ribu warga Rohingya melarikan diri dari Rakhine menyusul adanya tindakan represif pasukan militer. Tindakan tersebut kini menjadi fokus dalam kasus pengadilan genosida yang digelar PBB.

"Ribuan warga Rohingya terpaksa melarikan diri dengan berjalan kaki, sementara Tentara Arakan terus-menerus memindahkan mereka ke tempat-tempat yang tidak menyediakan perlindungan yang aman," kata Turk dalam sebuah pernyataan.

"Karena penyeberangan perbatasan ke Bangladesh tetap ditutup, anggota komunitas Rohingya terjebak di antara militer dan sekutunya serta Tentara Arakan, tanpa jalan menuju tempat yang aman," imbuh dia.

Saat ini, Bangladesh menampung sekitar satu juta pengungsi Rohingya.

"Bulan ini memperingati tujuh tahun sejak operasi militer yang memaksa 700.000 orang melintasi perbatasan ke Bangladesh. Meski dunia berjanji tidak akan pernah lagi terjadi, kita kembali menyaksikan pembunuhan, penghancuran, dan pengungsian di Rakhine," kata Turk.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dalam sebuah pernyataan meminta semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk segera menghentikan kekerasan dan melindungi warga sipil. Ia juga mendesak dilakukannya peningkatan upaya perlindungan regional untuk memberikan akses kepada masyarakat yang terdampak konflik dan mendukung negara tuan rumah, khususnya Bangladesh.

Guterres pun menyatakan harapan untuk perdamaian yang langgeng dan rekonsiliasi nasional, yang merupakan langkah krusial untuk menciptakan kondisi yang mendukung pemulangan sukarela, aman, bermartabat, dan berkelanjutan bagi warga Rohingya ke Myanmar.

Tragedi Kemanusiaan

Turk mengatakan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata mengingkari tanggung jawab atas serangan terhadap Rohingya, yang telah melampaui batas kepercayaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.