Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Disdik Mataram: Sekolah dan Orang Tua Perlu Sinergi Cegah Kekerasan Anak

📅 Senin, 26 Agu 2024, 17:07 WIB | Oleh:
Disdik Mataram: Sekolah dan Orang Tua Perlu Sinergi Cegah Kekerasan Anak Doc: ANTARA/Nirkomala
Ket. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf Zain.

MATARAM - Dinas Pendidikan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menekankan bahwa pihak sekolah dan orang tua perlu bersinergi melakukan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

"Peran orang tua dan sekolah bersinergimembimbing dan mendampingi anak-anak agar tidak melakukan berbagai tindak kekerasan terhadap anak," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf Zain, di Mataram, Senin.

Hal tersebut disampaikan YusufZain menyikapi data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram yang saat ini menangani 50 kasus kekerasan anak dan perempuan.

Dari jumlah itu kasus kekerasan anak mendominasi sebanyak 30 kasus dengan jenis tindak kekerasan seperti kekerasan seksual, penelantaran anak, dan perundungan.

Untuk tindak kekerasan terutama perundungan, kata Yusuf, di lingkungan sekolah sudah dilakukan berbagai upaya pencegahan secara masif, termasuk bimbingan teknis terhadap para guru agar tidak terjadi perundungan.

Apalagi dalam Peraturan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) disebutkan perundungan merupakan salah satu tindak kekerasan di satuan pendidikan.

Oleh karena itu, pihaknya berharap partisipasi dan peran serta orang tua melakukan upaya pencegahan kekerasan.

"Itu dimaksudkan untuk menghindari terjadinya tindak kekerasan terhadap anak di lingkungan masyarakat atau rumah tangga dan sekolah," katanya.

Menurut Yusuf, kasus perundungan atau kekerasan anak yang tercatat di DP3A Kota Mataram itu mungkin terjadi di luar sekolah, namun dikaitkan dengan asal sekolah korban.

Pasalnya sejauh ini pihaknya belum menerima laporan dari sekolah terkait adanya kasus kekerasan anak.

"Kalau ada laporan, kami pasti tindak lanjuti dengan memanggil kepala sekolah dan pihak terkait lainnya," kata dia.

Yusuf juga berharap kepada DP3A Kota Mataram agar dapat memberikan data detail kasus kekerasan terhadap anak yang ditangani itu terkait lokasi kejadian agar dapat ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang ada.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.